Jumat (04/05) kemarin jadi saat2 yang pastinya emang aku tunggu2 banget. Cuti. Berhenti dari rutinitas kantor yang emang sudah sangat membuat jenuh. Dan akhirnya aku ke Sabang, bersama dirinya dan Raka.
Di mulai dari Jumat sore, aku berangkat dari Medan dengan Lion Air. Tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda jam setengah 6 sore. Dan alhamdulillah pak Wira dengan ikhlas menjemput. Hehe.
Selanjutnya tujuan kami menuju kost-an pak Wira. Karena rencananya emang mau numpang nginap di sana satu malam dulu. Jadilah kami ke tempat pak Wira di daerah Lampineung *sorry klu penulisaannya salah, hehe*, tapi sempat singgah dulu di Kantor GraPari Telkomsel Banda Aceh. Kyaa…ternyata GraPari Telkomsel Banda Aceh tuw kecil yah. Hihi.
Nyampe di rumah pak Wira. Prepare tuk makan malam. Dan setelah semuanya selesai. Kami pun berangkat ke kawasan Jalan Kartini. Daerah Kota sih. Di sana makan nasi campur gitu. Tapi enak banget. Abis makan, trus ke A&W tuk jumpain bang Uul yang udah nunggu di sana bareng temen2nya.
Kita balik lagi ke rumah Wira dan masih nyempetin juga ke Warkop daerah Lampriet. Nongkrong di sana sampe jam 12 an juga, Abis tu balik ke kost-an Wira, dan istirahat.
Pagi2 bener udah harus bangun. Karena kita pada mau ke pelabuhan. Mau ke Sabang. Jadilah bangunnya masih terkantuk-kantuk. Pak Wira tak dapat turut serta, dikarenakan ia harus piket di hari sabtu yang indah ini. Perjalanan ke Pelabuhan pun di lanjutkan dengan naik becak motor. Seru. Kita jadi bisa liat banyak banget kawasan penguburan massal untuk korban-korban Tsunami Desember 2004 kemarin. Dari kejauhan juga kita masih bisa ngeliat kapal Tanker yang terdampar di tengah-tengah pemukiman penduduk. Sisa-sisa musibah yang tlah dijadikan monumen. Dan indah.
Tibalah di pelabuhan menuju Sabang. Kapal cepat berlabel Pulo Rondo sudah menunggu di sana. Kapal yang bagus. Tidak sampai 1 jam kita udah nyampe di Sabang. Kota yang indah dan bersih. Perjalanan pun dilanjutkan. Selanjutnya tiba di tengah kota Sabang. Kami yang tadinya berlima, akhirnya menemukan dan menambah temen lagi. Ada Eby dan Linda yang masing2 juga kerja di NGO. Eby dari Simeuleu dan Linda dari UNDP Banda Aceh. Wanita-wanita yang seru. Hehe.
Karena kami sekarang bertujuh, dan sepertinya lebih hemat kalau menyewa mobil di Sabang. Jadilah mobil di sewa. Mitsubishi Super Wagon. Dengan biaya 400 ribu untuk 1x24 jam. Kami pun melanjutkan perjalanan. Selanjutnya tujuan utama adalah untuk menginap di wilayah Iboih. Tapi, karena begitu banyak pemandangan yang sangat indah, jadilah kami banyak singgahnya. Ada satu jalan yang sangat banyak monyetnya. Ada satu kawasan yang pemandangannya sangat indah. Ke wilayah Gapang yang full of cottege. Dan selanjutnya sengaja melewati Iboih menuju kawasan Nol Kilometer Indonesia. Di kawasan ini ada monumen yang bagus. Dan sangat Historical pastinya. Berhubung everyone in this trip many2 Narcisser. Jadilah pasti selalu ada acara foto2nya. Tapi seru abis. Selanjutnya kita balik ke Iboih, dan stay di sana. Tempat yang sangat indah yang pernah ku lihat. Laut yang sangat jernih. Dengan terumbu karang yang indah. Juz wanna Snorkling. And we have done!!! Great!!.
Ini Sabtu malam. Dan ini malam yang indah. Karena ini adalah awal segalanya. Untuk ku ceritakan dalam satu postingan yang lain. Tentang aku, dia dan malam itu. Tentang situasi dan kondisi romantis itu. Tentang malam indah itu. Aku bahagia.
Setelah istirahat pendek. Karena hampir begadang semalaman. Kami pun tak ingin melewatkan hari Minggu yang cerah itu. Tujuan hari ini adalah menyebrang dengan boat ke Pulau Rubiah. Pulau yang juga sangat indah. Dan disinilah terumbu karang terindah di Sabang ini bisa kita jumpai. Melanjutkan Snorkling. Dan tertawa bersama. Bahagia. Hingga siang. Dan kami harus kembali menuju ke pelabuhan. Untuk kembali ke Banda. Perjalanan yang singkat tapi sangat mengesankan.
Sabang....Sungguh tak ingin melepasmu...
Dan ku pasti akan kembali...
Jay