Hari ini. Kamis, 08 September 2005
Sejak pagi tadi aku di rumah saja. Dan sekarang baru bangun dari tidur siang. Langsung buka komputer tuk update blog. Hehe. *Dasar Pemalass!!!.
Tadi sebenarnya udah bangun jam 9 pagi. Tapi karena mengingat hari ini aku masuk shift 8, yang berarti aku masih dapat merasakan waktu yang lebih panjang tuk tetap berada jauh dari suasana kantor. Aku pun masih saja berkomitmen dengan rasa malas tuk bekerja sama menikmati suasana yang ada. Fiuhh.....!!.
Abis bangun jam 9 pagi tadi. Karena di bangunkan my grandma. Aku pun langsung mandi. Yah..sebenarnya ini bukan ritual ku yang sesungguhnya. Tapi berhubung udah janji dengan my grandma untuk mengantarkannya mengambil wang pensiunnya. Jadilah kami berangkat jam 10.30.....eng..ing..eng.
Ini kali pertama aku mengantarkan my grandma tuk mengambil wang pensiun bulanannya. Karena sebenarnya ini sudah menjadi tugas my brother. Tapi berhubung my brother sedang di luar kota, jadilah aku menjadi cadangannya. Hiks.
Kami pun langsung berangkat. Tiba di sana, untungnya my grandma tak perlu mengantri seperti biasanya. Katanya sih..kalo’ tanggal 1 sampe’ 5 selalu ngantri!. Jadi ya, aku tak perlu lama2 menunggunya. Dan abis dari sana langsung aja anak mudanya minta traktir. Hihi. *Dasar cucu kurang ajar, nenek sendiri di kerjain..!!.
Yah... walopun yang lolos Cuma KFC tapi kan lumayan untuk ngisi perut yang dari tadi udah kosong karena ngak sarapan. Setelahnya, kami pun langsung pulang ke rumah. Setelahnya lagi, bantal dan guling memang sahabat yang selalu setia hingga sore ini. Hihi.
Kemarin. Rabu, 07 September 2005
Hari ini libur. Dan ini merupakan libur ke dua di bulan September. Tapi tetap aja membosankan. Ngak pernah ada kegiatan yang menarik. Sampai siang aku tetap di rumah aja. Sebenarnya lagi, dari kemarin2 udah ngerencanain nonton PADI di stadion Teladan, malam nanti. Tapi kaya’nya acara itu juga pasti di undurkan ato di batalkan. Akhirnya ya pupus.
Dan...sore harinya pun aku memutuskan untuk keluar. Yah...ke tempat biasalah. Tempat persembunyian anak mudanya. Di Perisai Plaza *Kan jadi tau pun kelen...hihi. Di sanalah tempat nonton yang paling asik kalo’ lagi pengen menyendiri. Untungnya ada film yang kewl. Selesai nonton. Aku ke Carrefour bentar, karena ada yang memang harus di beli. Setelah itu, pulang merupakan pilihan terbaik.
Dua hari yang lalu. Selasa, 06 September 2005
Medan masih berkabung. Aku masih di rumah teman. Karena malamnya aku tak tidur di rumah. Sampai jam 11 siang aku masih di sana. Hingga kami memang harus berpisah. Setelahnya, aku pulang dan kembali meneruskan istirahatku. Tapi sempat juga melihat beberapa stasiun TV menyiarkan berita soalan kecelakaan pesawat Mandala itu. Hari ini aku shift 6. Yang berarti harus on line sampai jam 12 malam nanti. Aku mengantuk. Still missing u.....jizayyyyy!!!! kekeke.....
Tiga hari yang lalu. Senin, 05 September 2005
Hari ini aku shift 3. Yang berarti masuk jam 8 pagi dan pulang jam 4 sore. Assikk..!!!. Sekitar jam 10-an ada berita yang cukup mengagetkan. Di kabarkan pesawat Mandala Boeing 737-200 dengan nomor penerbangan RI-091, jatuh di kawasan padat penduduk di Jalan Djamin Ginting Padang Bulan *Kyaaa...itu kan jalan yang selalu ku lewati kalo’ mau pergi ke kampus dulu.
Benar-benar peristiwa yang memilukan. Dan kabar yang terakhir aku terima pada hari itu juga, ternyata di dalam pesawat naas tersebut tercatat beberapa orang penting di Sumatera Utara yang meninggal karena menjadi penumpang pada pesawat Mandala tersebut. Tak hanya itu, beberapa orang yang sedang melakukan aktifitasnya di Jalan dan kawasan itu ku yakin juga pasti menjadi korban. Akh...entahlah.....
Berita tersebut belum sepenuhnya dapat ku yakini. Karena informasinya masih by net hail di kantor. Sialnya, pas mau buka internet tuk melihat detik.com, internet di clusterku malah bermasalah. Huh..!!.
Akhirnya pas makan siang di pantry, semuanya pun terjawab. Gubernur Sumatera Utara; H. T. Rizal Nurdin dan Mantan Gubernur Sumatera Utara; H. Raja Inal Siregar, serta anggota DPD Abdul Halim Harahap beserta istrinya turut menjadi korban dalam peristiwa naas tersebut dan dipastikan meninggal. Innalillahi wa inna Ilaihi rooji’uun. Aku turut berduka. Dan sesaat kemudian langit pun seakan mengerti karena ikut menangis dengan tangisan yang hebat. Hujan turun dengan sangat deras. Sontak semua orang di kantor menjadi membicarakan peristiwa tersebut.
Aku jadi pengen ke sana. Bisa melihat TKP secara langsung. Tapi ku yakin pasti di sana suasana sudah sangat panik. Dan meskipun hujan, pasti kawasan itu masih disibukkan dengan urusan evakuasi. Ku yakin juga, pasti semua orang menuju ke sana. Untuk melihat ; dan menangis haru.
Inilah hari ke lima di bulan September 2005 yang sangat memilukan. Dan entah bulan September ke berapa yang merupakan bulan naas. Aku tak tahu pasti; tapi 4JJ1 selalu punya rencana sendiri bagi semua umatnya. Kita hanya bisa menarik nafas dan menghembuskannya perlahan untuk mendapatkan sebuah ketenangan dari apa yang selalu terjadi atas kehendakNya. Karena Dia lah penyambung nyawa. Karena Dia lah kita ada. Dan Karena Dia lah kita binasa.
Sesaat aku berfikir. Mengapa selalu bulan September yang menjadi bulan naas untuk beberapa kematian massal. Tidak hanya di Indonesia. Tapi di seluruh dunia yang menjadi tempat persinggahan sementara kita. Mulai dari rentetan Bom yang meledak. Tragedi WTC. Dan yang lainnya. Mungkinkah 4JJ1 menyukai bulan September ; atau Dia malah membencinya??. Wallahu a’lam. Hanya 4JJ1 yang mampu menjawabnya....
Akhirnya aku pun log out pada pukul 16.00 WIB. Baru saja selesai log out ternyata ada message dari Pak broto. Dia lagi di Medan. Jadi ngajak jalan, karena memang ada yang mau ia beli. Abis itu aku malah mutusin tuk ganti baju kerja dulu ke rumah. Malas aja jalan pake’ baju kerja. Dan saat itu di luar masih hujan. Kelar ganti baju aku pun langsung nyusul dia ke Sinar plaza. Dan setelah itu langsung pindah lokasi ke Sun plaza karena memang ada yang harus di belinya di sana *Kyaa...doyan shopping juga yak boss!!. Kekeke. Kalo’ udah ke Sun plaza pasti yah wajib ke Gramedia. Akhirnya anak mudanya pun beli novel Rispondimi,Jawablah Aku. By Susanna Tamaro. Gak tau d, bukunya asik ato ngak. Liat dari sampulnya kayaknya asik. *padahal entah kapan pun sempat bacanya, hehehe.
Abis dari Sun plaza, langkah selanjutnya ke Distro ‘Cyclone’ nya pak broto. Tapi listrik padam. Maless kali...!!!!. Ternyata Medan masih gelap dan berduka...........
Jay