3 Feb 2013

Resolusi


Satu tahun memang tidak lama. Waktu bergulir seakan dipompa terus-menerus agar bisa lebih cepat. Rasa-rasanya baru kemarin saya menulis perihal re-aktifasi blog ini dan terus menulis apa yang terfikirkan. Namun, itu pun gagal saya laksanakan. Ada saja yang menghambat keinginan saya untuk menulis. Tidak hanya karena kesibukan di kantor dan pekerjaan tambahan di luar Tupoksi –Tugas, pokok dan fungsi- saya sebagai seorang Abdi Negara, tetapi juga karena otak saya membeku ketika menghantarkan saraf keinginan untuk menulis. Tak pelak, blog ini pun menjadi es ; membatu.

Sekumpulan catatan kecil telah saya tuliskan di Handphone saya tentang banyak hal. Kerinduan saya untuk menulis sangat tidak terbendung. Tetapi hasrat mematahkannya. Pun jika saat ini saya menulis karena segalanya telah membuncah –menggelisahkan. Karena itu, saya rangkumkan catatan kecil setahun perjalanan hidup saya yang tak sempat terekam oleh saya dalam blog ini.  Boleh jadi, rangkuman ini menjadi resolusi saya untuk tidak melupakan pengalaman hidup yang telah saya jalani.

Sejak tulisan di blog terakhir, pekerjaan di kantor menggila. Semuanya berawal dengan kepindahan pak Bambang, rekan kerja saya yang mendapat promosi menjadi salah satu Kepala Seksi di Suku Dinas Kominfomas Kepulauan Seribu. Secara tupoksi, pekerjaan beliau tak banyak bersinggungan dengan saya, hanya saja dia juga merangkap menjadi Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa yang harus ditinggalkannya ketika dia dipromosikan untuk menjadi Kepala Seksi. Tugas terakhir itulah yang harus digantikan oleh staf lain yang memiliki sertifikat Pengadaan Barang/Jasa. Karena itu, saya pun ditunjuk secara sepihak, Surat Keputusan bertandatangan Kepala Dinas langsung saja disodorkan tanpa basa-basi. Saya pasrah.

And the journey begins…

Saya yang rasanya baru saja mengerti tentang dunia pengadaan barang dan jasa masih merasa belum cukup ilmu untuk terjun bebas menggelutinya. Sang mantan PPBJ Dinas sebelumnya juga dipromosikan ke Kepulauan Seribu, karena itu saya pun harus kebut ilmu saya sendiri. Meski lulus dan dapat sertifikat Pengadaan Barang/Jasa, rasa-rasanya saya juga tak sepenuhnya paham mengenai seluk beluknya.  Alhamdulillah masih ada koneksi internet kantor yang bisa memanjakan saya dengan web browsing ‘Google’, sehingga segala keingintahuan saya terjawab.

Awal tahun seperti saat sekarang ini, sebenarnya tidak banyak yang dapat dikerjakan. APBD juga belum di sahkan oleh DPRD. Sejak pergantian Gubernur setelah Pilkada kemarin banyak perubahan pada system kinerja sehingga menyebabkan mundurnya jadwal pengesahan APBD tahun ini. Mengenai hasil pembangunan, tentu saja masih terlalu prematur untuk membicarakannya.

Keluangan waktu yang ada saya pergunakan untuk mempersiapkan pernak-pernik urusan pernikahan saya. Keputusan itu saya ambil pada September di tahun kemarin. Segalanya telah terfikirkan dan saya yakin tahun ini adalah waktu yang tepat. Meskipun jika saya harus mengingat lagi, masih ada resolusi-prinsip-dan syarat sah pribadi yang masih belum saya penuhi untuk dapat menikah. Apakah itu? Tentu saja memulai dan menyelesaikan gelar Master.

Tidak mudah memang ketika kita menolak kepercayaan pimpinan dalam hal menyelesaikan suatu tugas/pekerjaan. Pun ketika setelah beberapa bulan saya berkutat pada penyelesaian dokumen dan tugas pengadaan barang/jasa, saya masih belum bisa merasakan nikmatnya tugas yang saya emban itu. Sempat mendaftar ujian masuk pada salah satu perguruan tinggi negeri untuk melanjutkan gelar Master, tetapi akhirnya saya urungkan. Saya kalah sebelum bertanding. Tidak yakin dengan keadaan dan kecukupan waktu yang akan saya tempuh menyelesaikan keduanya ; Kerja dan Kuliah.

Tidak semudah ketika kita melisankan atau menuliskannya dalam selembar kertas. Resolusi menjadi imajinasi yang takkan teraih karena sebenarnya ia juga bukan harga mati. Selalu ada spekulasi dalam perjalanan hidup seseorang, jalani saja sesuai alurnya. Jika pun mesti ada perubahan, jangan pernah panik. Mari selalu berfikir cepat untuk mencari rencana lain yang bahkan mungkin lebih baik.

Jay