Satu
tahun memang tidak lama. Waktu bergulir seakan dipompa terus-menerus agar bisa
lebih cepat. Rasa-rasanya baru kemarin saya menulis perihal re-aktifasi blog
ini dan terus menulis apa yang terfikirkan. Namun, itu pun gagal saya
laksanakan. Ada saja yang menghambat keinginan saya untuk menulis. Tidak hanya
karena kesibukan di kantor dan pekerjaan tambahan di luar Tupoksi –Tugas, pokok
dan fungsi- saya sebagai seorang Abdi Negara, tetapi juga karena otak saya
membeku ketika menghantarkan saraf keinginan untuk menulis. Tak pelak, blog ini
pun menjadi es ; membatu.
Sekumpulan
catatan kecil telah saya tuliskan di Handphone saya tentang banyak hal.
Kerinduan saya untuk menulis sangat tidak terbendung. Tetapi hasrat
mematahkannya. Pun jika saat ini saya menulis karena segalanya telah membuncah
–menggelisahkan. Karena itu, saya rangkumkan catatan kecil setahun perjalanan
hidup saya yang tak sempat terekam oleh saya dalam blog ini. Boleh jadi, rangkuman ini menjadi resolusi
saya untuk tidak melupakan pengalaman hidup yang telah saya jalani.
Sejak
tulisan di blog terakhir, pekerjaan di kantor menggila. Semuanya berawal dengan
kepindahan pak Bambang, rekan kerja saya yang mendapat promosi menjadi salah
satu Kepala Seksi di Suku Dinas Kominfomas Kepulauan Seribu. Secara tupoksi,
pekerjaan beliau tak banyak bersinggungan dengan saya, hanya saja dia juga
merangkap menjadi Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa yang harus ditinggalkannya
ketika dia dipromosikan untuk menjadi Kepala Seksi. Tugas terakhir itulah yang
harus digantikan oleh staf lain yang memiliki sertifikat Pengadaan Barang/Jasa.
Karena itu, saya pun ditunjuk secara sepihak, Surat Keputusan bertandatangan
Kepala Dinas langsung saja disodorkan tanpa basa-basi. Saya pasrah.
And the journey begins…
Saya
yang rasanya baru saja mengerti tentang dunia pengadaan barang dan jasa masih
merasa belum cukup ilmu untuk terjun bebas menggelutinya. Sang mantan PPBJ
Dinas sebelumnya juga dipromosikan ke Kepulauan Seribu, karena itu saya pun
harus kebut ilmu saya sendiri. Meski lulus dan dapat sertifikat Pengadaan
Barang/Jasa, rasa-rasanya saya juga tak sepenuhnya paham mengenai seluk
beluknya. Alhamdulillah masih ada
koneksi internet kantor yang bisa memanjakan saya dengan web browsing ‘Google’, sehingga segala keingintahuan saya terjawab.
Awal
tahun seperti saat sekarang ini, sebenarnya tidak banyak yang dapat dikerjakan.
APBD juga belum di sahkan oleh DPRD. Sejak pergantian Gubernur setelah Pilkada
kemarin banyak perubahan pada system kinerja sehingga menyebabkan mundurnya
jadwal pengesahan APBD tahun ini. Mengenai hasil pembangunan, tentu saja masih
terlalu prematur untuk membicarakannya.
Keluangan
waktu yang ada saya pergunakan untuk mempersiapkan pernak-pernik urusan
pernikahan saya. Keputusan itu saya ambil pada September di tahun kemarin.
Segalanya telah terfikirkan dan saya yakin tahun ini adalah waktu yang tepat.
Meskipun jika saya harus mengingat lagi, masih ada resolusi-prinsip-dan syarat
sah pribadi yang masih belum saya penuhi untuk dapat menikah. Apakah itu? Tentu
saja memulai dan menyelesaikan gelar Master.
Tidak
mudah memang ketika kita menolak kepercayaan pimpinan dalam hal menyelesaikan
suatu tugas/pekerjaan. Pun ketika setelah beberapa bulan saya berkutat pada
penyelesaian dokumen dan tugas pengadaan barang/jasa, saya masih belum bisa
merasakan nikmatnya tugas yang saya emban itu. Sempat mendaftar ujian masuk pada
salah satu perguruan tinggi negeri untuk melanjutkan gelar Master, tetapi
akhirnya saya urungkan. Saya kalah sebelum bertanding. Tidak yakin dengan
keadaan dan kecukupan waktu yang akan saya tempuh menyelesaikan keduanya ; Kerja dan Kuliah.
Tidak
semudah ketika kita melisankan atau menuliskannya dalam selembar kertas.
Resolusi menjadi imajinasi yang takkan teraih karena sebenarnya ia juga bukan
harga mati. Selalu ada spekulasi dalam perjalanan hidup seseorang, jalani saja
sesuai alurnya. Jika pun mesti ada perubahan, jangan pernah panik. Mari selalu
berfikir cepat untuk mencari rencana lain yang bahkan mungkin lebih baik.
Jay
Jay