19 Des 2008

Pantai.


Dari kecil aku sangat suka ke pantai. Masih kungita ketika masa-masa dimana 'Puput Melati' masih bernyanyi lagu 'Satu ditambah satu', Nah, pada saat itulah aku masih sering ke pantai. Waktu itu Papa masih bertugas di Lhokseumawe, Aceh Utara. Dan kita semua tau, kalau Aceh itu termasuk salah satu wilayah Indonesia yang memiliki banyak pantai. Maka, pada saat itulah setiap hari libur aku selalu mengajak Papa dan Ibu ke pantai. Ah, senangnya..

Hari ini aku ke pantai lagi, dan tentunya aku akan sering ke pantai untuk beberapa hari ke depan. Jika pergi ke Bali, yah harus ke pantai. Benar tidak? Ini bukan pertanyaan retorik, dan mengenai jawabannya, hanya kita yang tau. Hehe. Di sini aku menyempatkan lagi ke pantai, salah satunya 'pantai Padang-padang'. Aku sangat suka berada di pantai itu, karena lebih terasa teduh. Masih ada beberapa rimbunan pepohonan yang bisa melindungi dari sengatan matahari yang begitu panasnya. Tapi tetap saja aku berjemur dan menghitamkan kulit *hallah...sok jd bule, yg ini ga bener yah..hehe*. Namun, karena cuaca hari ini memang sangat cerah, kulitku menjadi terbakar, sakit dimana-mana seperti dirajam. Sunblock pun tak kuat menahan kuasanya. Perih. Hiks.

Hingga makan malam tetap aku lanjutkan di pantai.Di Jimbaran, dengan menyaksikan deburan ombak di malam yang remang-remang dengan cahaya lilin disetiap mejanya. Ah indahnya malam. Aku senang, karena seharian ini Bali begitu cerah.


Jay

18 Des 2008

Let us cooking!



Aku sangat ingin bisa memasak. Dan aku fikir, sekaranglah waktu yang tepat. Di sini. Di Bali aku sendiri. Hehe.
Kemarin, begitu tiba di Bandara Ngurah Rai, aku di jemput Bang Uul dan Mike. Kita langsung meluncur ke villa Bang uul. Hanya sebentar saja, setelah membenahi barang yang aku bawa dan membereskan kamar, kita bertiga langsung cabut ke carrefour untuk berbelanja. Karena aku akan memasak. Belajar memasak tepatnya. Hehe. Karena ini pengalaman pertama, maka tidak muluk-muluk, harus diawali dengan yang mudah saja dulu.

Siang ini pun pelajaran di mulai. Niatnya, mau langsung masak macam-macam, tetapi diriku kan low profile, tidak sombong, rajin mengaji dan sayang pada orang tua dan guru, hallahh. Jadi, yah, aku pun belajar masak dari masakan yang termudah tentunya. Yang hanya perlu merebus dan menumis. Hehe. Aku pun memutuskan untuk memasak ; teri-tempe balado dan sayur bayam versi Jay. Yuk mareee....berangkattt...!!.

Aku pun tak pintar menceritakan detail cara membuat masakan yang aku masak tadi, karena aku kan bukan Chef seperti di tipi2 itu. Hehe. Maka lihat sajalah hasilnya. Dan rasakan juga nikmatnya. Hehe. Ada dua dewan juri yang sudah menikmatinya. Dan mereka mengatakan "enak". Walaupun aku tak tau mereka berkata jujur atau tidak. Hehe.




Jay

Menghitung mundur.

Aku telah berpartisipasi menambah jumlah pengangguran di Indonesia. Karena telah terbiasa dengan rutinitas kerja setiap hari, aku malah menjadi merasa bosan di rumah. Walau aku tau pengangguran ini sifatnya hanya sementara, menunggu bulan ini bergulir. Namun, tetap saja tidak menyenangkan juga sendiri di rumah tanpa kegiatan yang jelas. Karena hanya menunggu.

Salah satu kegiatan di hari Sabtu kemarin, telah aku ikuti. Akupun berpartisipasi dalam salah satu pelatihan dengan judul "Workshop Penulisan Buku" yang dibuat Indosiar dan Elexmedia. Hasilnya, aku tetap ga bisa menulis buku. Hehe. Malah dengan keputusan kontra, bukannya menulis dan menyelesaikan semua buku yang sudah aku beli, aku malah memutuskan untuk menjauhi Jakarta untuk sementara. Reschedule tiket pesawat pun aku lakukan. Jadwal seharusnya di penghujung tahun jadi aku majukan menjadi Rabu kemarin (17/12). Akupun kabur ke Bali. Hehe.

Senang bisa kembali kesini. Menghitung mundur waktu hingga pergantian tahun. Mudah-mudahan aku masih bisa hidup, bernafas dan berkarya menyongsong tahun yang baru. Amin.



Jay

28 Nov 2008

Resign.

Ini adalah kali kedua aku memutuskan hengkang dari perusahaan berlabel Telekomunikasi. Ada kebahagiaan bisa membuat sebuah kepastian dan prinsip. Dan ada kesedihan juga karena kembali meninggalkan teman2 di kantor yang sudah aku anggap seperti saudara. Selalu ada perencanaan untuk segala hal yang aku buat. Untuk keputusan kali ini juga bukan tanpa sebab dan tujuan yang jelas. Tapi sudah sangat jelas. My passion sepertinya tidak di perusahaan itu.

Dua bulan lebih merupakan waktu yang kuhabiskan untuk memikirkan semuanya. Pertimbangan-pertimbangan yang memberatkanku untuk pindahan. Perasaan yang menguatkanku untuk memperoleh hal yang baru, ilmu baru atau mungkin teman yang baru. Akhirnya berkulminasi pada hari ini. Tanggal 28 Nopember 2008. Dengan kelicikan setelah menerima gaji dan tunjangan terakhir. Bahkan setelah menandatangani satu kontrak yang tak pernah aku pastikan. Aku terpaksa.

Setiap manusia punya gairah tersendiri untuk bisa bertahan pada satu keadaan yang monoton. Aku memang menjadi seorang dengan tingkat pembosan yang cukup tinggi, tapi aku seorang yang mampu bertahan pada kondisi tersebut bukan dengan tanpa prestasi. Naluri manusia bukan? Bisa bertahan dan menang atau mengungguli yang lain. Aku merasakannya di perusahaan tersebut dan aku juga berada pada posisi itu. Hingga keputusan terakhir yang aku ambil.

Akupun jobless, hanya sampai beberapa hari ke depan. Dan yang pasti akan aku manfaatkan untuk menambah hal yang tidak aku ketahui. Hal yang perlu aku ketahui. Dan hal yang sangat penting untuk aku tingkatkan dari hal yang sudah aku ketahui. Meyakinkan diri saja, kali ini score nya pasti jauh lebih tinggi. Hehe.

Aneh. Aku bukan tidak bahagia. Tapi aku sedih. Dan aku bukan terlalu bahagia. Tapi aku terharu.
Aneh. Karena bahagia itu. Sedih itu. Akupun...Resign!.


Jay

21 Nov 2008

Wanita.

Hingga aku yang sekarang, aku tak pernah berhenti untuk berkomunikasi, beraktifitas dan bekerjasama dengan para wanita. Bahkan hingga di kantor terakhir ini, aku juga berada dalam satu tim dengan dua orang wanita. Kadang aku berfikir, ada benarnya juga apa yang di katakan si Ikal -andrea hirata- dalam Sang pemimpi yang menyebutkan bahwa Sigmund Freud sekalipun -yang telah tiga puluh tahun meriset mengenai jiwa feminim- masih tetap tak mengerti apa yang diinginkan wanita. Dan memang persoalan yang berhubungan dengan perasaan wanita menjadi tidak sesederhana seperti yang di duga banyak orang.

Tapi, seorang wanita juga mampu menginspirasiku. Aku, menjadi seperti 'aku' yang sekarang ini juga karena seorang wanita. Hingga kini, ada 3 (tiga orang) wanita saja yang bisa membuatku tetap bersemangat, dia wannabe dan juga suka karena lakon-nya, tingkah-nya dan karakter-nya.

Dia adalah Ibuku, yang selalu membuat aku berada nyaman di dekatnya, feeling hommie, bercerita tentang sesuatu yang membuat aku takut akan hari akhir dan membuat aku harus menyiapkan sesuatu untuk itu. Tempat aku meminta pendapatnya mengenai banyak hal. Mengajari aku tentang kisah hidupnya untuk pembelajaran. Dia begitu manis dengan jilbab/kerudung yang tak pernah ingin di lepasnya, karena menutupi sesuatu yang berharga pemberian 'pencipta'nya. Seperti dia menghargai pemberian suaminya. Papaku.

Dia adalah pemilik blog dengan tittle Inspirasi, yang membuat aku terinspirasi untuk menjadi sepertinya. Bukan menjadi seorang wanita, tetapi memiliki pengetahuan yang luas sepertinya. Dinda Jouhana namanya. Sejujurnya, banyak yang sudah aku pelajari darinya dengan 'diam-diam'. Masih kuingat ketika dalam sebuah bazar di Fisip USU, dia datang ke stand-ku, menulis, mewawancara, dan menulis lagi untuk 'Tabloid Mahasiswa Suara USU' yang di banggakannya. Karenanya cita-citaku pada saat itu ingin menjadi wartawan. Masih kuingat juga, ketika dia menjadi 'pemimpin perusahaan' Pers Mahasiswa Suara USU dan aku yang telah terinspirasi olehnya untuk ikut menjadi anggota/karyawannya, belajar banyak hal tentang menulis, berorganisasi, menjadi event organizer untuk ajang sekretariat Suara USU. Dan takjub dengan aktifitasnya yang tak pernah lelah untuk tugas apapun. Di satu kejadian, aku juga sedikit tidak terima pada saat itu, karena dia telah menjadi kekasih sahabat baikku, bukan karena aku cemburu tetapi karena aku tau kualitas sahabatku dan berapa koleksi wanita yang dimilikinya. Hehe. Inspirasiku padanya juga ketika ia 'tour of java' sendirian tanpa keluarga. Menjadi seorang wanita mandiri, yang mungkin bahkan seorang lelaki juga tak bisa seperti itu. Cita-citanya menguasai media dan menjadi wartawan di Mass Media asing -LAT- juga akhirnya kesampaian. Prento, sahabat, dirimu tetap menjadi wanita Inspirasiku. Salam buat suamimu yah. Hehe.

Dia adalah wanita yang sebentar lagi akan terlihat lagi di Cinema, berperan sebagai 'Lady Sarah Ashley' dalam film AUSTRALIA. Setiap aktingnya luar biasa menurutku. Dia bisa berperan menjadi siapa dan apa saja. Yah, dialah Nicole Kidman. Aku menyukainya sejak ia berperan dalam Batman Forever (1995), Panic Room (2002), The Hours (2002), Birth, Bewitched, The Invasion dan lainnya. Yah, dia aktris wanita -luar negeri- yang aku sukai. Tak hanya cantik, tetapi juga berkarakter, pintar dan mampu menyihir siapa saja yang menonton filmnya. Bukti nyata kepintaran aktingnya adalah Oscar yang diraihnya. Dan kepada siapa saja yang bertanya padaku, siapa aktris wanita hollywood yang paling aku suka. Dialah si Nicole, jandanya Cruise dan istrinya Keith Urban. Siip.

Sejujurnya, banyak wanita yang aku kagumi. Tapi merekalah yang dalam pandanganku saat ini dan dari dulu aku inspirasikan. Seperti yang aku katakan, bukan satu inspirasi untuk hal yang negatif, tapi setidaknya dari mereka aku juga belajar melihat tentang 'jiwa feminim' dan apa yang membuat mereka berbeda dari yang lainnya. Karena sebenarnya wanita memang begitu indah.

Like 'Ada Band' said ; "Karena wanita ingin di mengerti".


Jay

3 Nov 2008

Mencari hal baru.

Sepertinya sudah berulang kali aku katakan ; "Aku mulai bosan dengan rutinitasku saat ini". Sedang giat2nya mencari kegiatan, pekerjaan dan lingkungan yang baru. Seperti yang telah aku ceritakan sebelumnya, suasana kantor juga sudah menjadi sangat 'tidak kondusif'nya. Hanya aku yang merasakan. Dan PA juga sudah keluar. Tidak buruk, bahkan cenderung baik. Hanya saja, mungkin kondisinya sangat jauh berbeda dengan yang mereka semua harapkan. Kenapa mereka? Yah, karena tidak hanya aku sendiri. Untuk mereka yang merasa sudah dalam posisi 'sangat aman' sekalipun, tetap akan berada dalam warna yang masih 'abu-abu'. Dua minggu ini, aku masih berada dalam warna itu.

Sedikit kejadian di kantor akan kutuliskan, agar bisa ku ingat dan ku jadikan pembelajaran. Kondisi tersebut juga sudah aku diskusikan dengan bapak ari yang sudah menguasai lapangan untuk urusan pembekalan pegawai.
Kejadiannya adalah di hari Rabu (28/10) setelah aku mendapat jatah libur. Pagi sekali, aku menerima E-mail dari Bapak Derri dari Divisi Bisnis Proses, untuk konfirmasi mengenai 'project RUIM IMSI' yang harus aku dan Putera -rekanku- lanjutkan. Hanya saja, untuk project ini aku dan Putera masih belum mendapat assignment untuk melanjutkannya dari sang SPV tim-ku karena dia masih dalam posisi 'cuti menikah'. Intinya Bapak Derri langsung meminta konfirmasi dari Bapak Manager Ifan yang juga sedang bercuti. Kita semua tau project ini sifatnya urgent, dan aku juga bingung mengapa sang Manager tak langsung menugasiku sesuai dengan proseduralnya. Aku ingin berinisiatif, hanya saja takut melampaui otoritasku. Aku dan Putera pun menunggu. Akan tetapi, kondisi di siang itu berbeda. Putera malah menerima assignment dari SPV tim lain untuk bisa segera mengerjakan project itu, dengan alasan sang Manager marah?. Apa aku tidak salah mendengar? Marah untuk apa? Dia baru saja mengirimkan E-mail padaku dengan bahasa yang sangat baik untuk mengingatkan tugas lainku yang harus aku kerjakan. Aku dan Putera pun berasumsi segalanya telah di besar2kan sang 'SPV lain' itu. Aku dan Putera merasa kaget juga. Dan sesuai dengan prosedural, kita bukannya tidak mau untuk mengerjakan sesegera mungkin. Tapi kondisinya pagi itu, seluruh aplikasi di kantor down!. Kita penuh dengan tugas lain yang sama urgent-nya. Dan pada saat ini kita hanya menunda untuk beberapa jam, agar mengutamakan yang lebih penting. Sang 'SPV lain' salah mengerti, dia beranggapan kami telah menolaknya. Padahal seingatku, Aku dan Putera sudah sangat berdiplomasi dengan baik untuk penyampaian pending bukan penolakan. Putera yang sedikit vocal juga telah menyampaikan semuanya dengan sangat jelas. Sang 'SPV lain' pun merasa ditolak. Merasa kekuasaannya hilang, menceritakan dengan SPV yang lainnya juga, dan masih2 mengutarakan sisi subjektivitasnya. Haruskah begitu?.

Sang 'SPV Lain' adalah dia yang baru. Sebelumnya dia sama dengan kita. Dengan prestasi yang 'mungkin' lebih baik dan lebih dekat dengan yang berkuasa, dia pun bisa ikut berkuasa. Tidak ada pembekalan untuk ilmunya me-manage manusia. Dan itulah yang memunculkan Power Syndrome bagi dirinya -menurut pendapat bapak ari. Ada rasa ketakutan kekuasaan yang hilang atau kekuasaanya bisa direbut orang lain, yang padahal sebenarnya sangat mendukungnya. Takut melihat bawahannya vocal, karena akan menjatuhkannya. Takut dipandang tak baik dengan sang atasan yang memberinya kekuasaan itu. Dan tidak pernah bisa berfikir positif untuk segala-galanya. Dan di perusahaan -yang aku juga merasa telah jenuh- ini, masih kental akan sisi subjektif para penguasa. Kita akan mendapatkan hasil yang baik jika dia menyukai kita bukan dari sisi objektifnya.

Sebenarnya, aku juga tak ingin membahas ini. Mungkin, ini akan aku jadikan pembelajaran untuk tidak melakukan hal yang sama jika suatu masa aku berada di posisinya. Tentu saja, tulisan ini untuk mengingatkanku.

Disebabkan kejenuhan itulah, aku ingin mencari hal yang baru. Sesuatu yang baru. Dan ini sudah aku laksanakan dalam seminggu ini. Aku semakin optimis. Masih ingin segera bisa memulai S-2 yang sudah lama aku pending karena jadwal kerja yang masih belum memungkinkan. Dan aku tinggal menunggu, saat itu pasti akan tiba.

Untuk cerita yang lain, tadi seorang sahabat lama di Kampus USU, Bapak Surya Ramadhan a.k.a Ayek memberikan kabar bahagia melalui telepon selular. Bercerita dan reuni tentang masa-masa 'gila' di kampus dulu. Kabar bahagianya, dia akan segera 'naik pelaminan' dan mengundang semuanya. Wah, bahagianya, doakan saya segera menyusul yah. :-). Sekalian menyampaikan 'amanah'nya juga, untuk teman2 Ilmu Komunikasi USU Angkatan 2000 diharapkan bisa menghadiri akad nikah/resepsinya. Akan di adakan di Banda Aceh, tanggal 12/13 Desember 2008. Miss u All.


Jay

27 Okt 2008

...agar tak lupa...

Tulisan singkat ini bukan tentang apa2 dan siapa2. Aku hanya menuliskan ini agar tak lupa. Mengenai segala sesuatu yang aku baca harus kutuliskan agar tak kulupakan. Maaf untuk keterbatasan memori dan otak ini. Tulisan ini merupakan sedikit rangkuman yang di baca dari buku Customer Relationship Management, concept and tools by Francis Buttle.


Tentang Customer Relationship Management.

Istilah CRM ini digunakan untuk mendeskripsikan berbagai aplikasi perangkat lunak (software) yang digunakan untuk mengotomatisasi fungsi2 pemasaran, penjualan dan pelayanan. CRM dapat di kaji dari 3 (tiga) tataran yaitu :
  1. CRM Strategis, dengan ciri pandangan 'top-down' tentang CRM sebagai strategi bisnis paling penting mengutamakan konsumen dan bertujuan memikat serta mempertahankan konsumen yang menguntungkan.
  2. CRM Operasional, dengan ciri lebih terfokus pada otomatisasi cara2 perusahaan dalam berhubungan dengan para pelanggan. Pandangannya berfokus pada otomatisasi layanan, armada penjualan dan pemasaran.
  3. CRM Analitis, dengan ciri terfokus pada kegiatan penggalian data konsumen demi meningkatkan nilai konsumen dan perusahaan. Data dapat di peroleh dari pusat-pusat informasi atau bank data yang dimiliki setiap perusahaan seperti : data penjualan (riwayat pembelian barang atau jasa), data finansial dan data pemasaran
Tujuan CRM adalah mengembangkan hubungan yang menguntungkan dengan pelanggan.

CRM membantu perusahaan untuk mengembangkan produk baru berdasarkan pengetahuan yang lengkap tentang keinginan pelanggan, dinamika pasar dan pesaingnya dengan cara :
  • Menjaga pelanggan yang telah ada.
  • Menarik pelanggan baru.
  • Cross selling, yaitu menjual produk lain yang mungkin juga dibutuhkan oleh pelanggan berdasarkan riwayat pembeliannya.
  • Up selling, Menawarkan peningkatan produk. misalnya untuk peningkatan status pelanggan menjadi lebih tinggi (mungkin dlm telekomunikasi seperti migrasi dari prabayar ke pascabayar).
  • Mengidentifikasi kebiasaan pelanggan untuk menghindari penipuan.
  • Mengurangi resiko operasional karena data pelanggan tersimpan dalam satu sistem.
  • Respon yang lebih cepat ke pelanggan.
  • Meningkatkan efisiensi karena adanya otomatisasi proses.
Untuk implementasi strategi CRM, diperlukan paling tidak 3 (tiga) faktor kunci yaitu :
  1. Orang-orang profesional
  2. Proses yang di design dengan baik.
  3. Teknologi yang memadai.
Tenaga yg profesional tidak saja mengerti bagaimana menghadapi pelanggan tetapi juga mengerti cara menggunakan teknologi. Perusahaan pengguna CRM juga harus sudah mengetahui tujuan bisnis dan tuntutan bisnis yang diinginkan nantinya.
Teknologi CRM paling tidak harus memiliki elemen-elemen :
  • Aturan Bisinis, dibuat untuk memastikan bahwa transaksi dengan pelanggan dilakukan dengan efisien. Misalnya pelanggan dengan pembelian besar yang mendatangkan keuntungan besar harus dilayani staf penjualan senior dan berpengalaman.
  • Data warehousing, hasil analisa dari gudang data itu harus mampu menampilkan petunjuk2 tertentu tentang pelanggan sehingga staf penjualan dan marketing mampu melakukan kampanye terfokus terhadap grup pelanggan tertentu. Nantinya gudang data ini harus mampu menaikkan volume penjualan dengan cross selling dan up selling.
  • Website, yang jelas CRM harus memiliki kemampuan swalayan, hanya aplikasi berbasis web yang bisa mendukung ini. Dengan basis web pelanggan bisa melakukan transaksi sendiri dan menjadi tau berapa yang harus di bayar untuk setiap transaksi yang akan dilakukan.
  • Reporting, menghasilkan laporan yang akurat dan komprehensif, sangat berguna untuk menganalisa kelakuan dan kesukaan pelanggan.
  • Helpdesk, Teknologi yang mampu mengintegrasikan informasi pelanggan ke aplikasi. Nantinya akan menunjukkan ke pelanggan seberapa serius sebuah perusahaan menangani pelanggannya.
"Intinya adalah CRM merupakan tool yang membantu perusaahan untuk mengerti pelanggannya. Teknologi merupakan bagian terakhir untuk melengkapi proses CRM. Yang utama adalah persiapan proses bisnis, tujuan implementasi dan sampai sedalam apa CRM mau digunakan, sampai sejauh mana hubungan dengan pelanggan mau dibina serta data atau sistem apa yang sudah atau akan digunakan".



Jay