3 Des 2013

PeLARI-an

LARI. Semua tau bahwa kegiatan tersebut adalah salah satu cabang olahraga yang paling mudah, murah dan lumrah. Dan sepertinya tahun ini aktivitas tersebut menjadi sedemikian populernya sehingga banyak sekali event yang diselenggarakan., terutama di kota ini ; Jakarta.


LARI bukanlah aktivitas olahraga yang asing bagi saya, sejak jaman sekolah dasar saya sudah sangat senang dengan olahraga yang satu ini karena sangat mudah dan tidak perlu mengeluarkan banyak uang. Di masa kecil yang serba susah, sebab saya bukan dari keluarga yang kaya raya, maka tidak semua jenis olahraga bisa saya tahu dan saya mainkan. Pada masa itu saya bisa sangat iri dengan tetangga saya yang ikut les renang setiap minggu paginya. Tapi dari rasa iri itu saya jadi maksain diri untuk bisa renang juga. “Belajar sendiri saja”, itulah fikiran saya waktu itu. Dan hasilnya juga lumayan, saya bisa berenang dengan pelbagai gaya saat ini, yah karena belajar sendiri.


Kembali ke soal LARI.


Setelah saya menikah, saya masih tinggal berjauhan dengan si Istri bawel karena dia masih harus menyelesaikan pendidikan Magisternya. Itulah mengapa saya masih merasakan jika menikah itu memang tak berbeda dengan semasa saya masih melajang, hanya berbeda status dan tentunya tanggung jawab. Karena tak berbeda itulah maka saya tetap melakukan aktivitas dan hobi yang rutin saya lakukan, salah satunya adalah LARI.


Sepulang dari kantor entah itu LARI atau tidak, saya biasanya melakukan aktivitas olahraga. Untuk LARI biasanya saya akan langsung menuju ke salah satu dari dua pilihan tempat ; GBK atau Monas. Tapi saya lebih sering memilih GBK agar tak bosan. Bekerja di dalam lingkungan Monas membuat saya bosan dan di GBK saya bisa mendapat penyegaran.


Tahun ini LARI memang sedang menjadi olahraga primadona di dunia. Berbagai perlombaan juga datang silih berganti dan Jakarta sendiri juga tak mau ketinggalan mengadakan berbagai event lomba yang dikemas secara menarik sehingga menumbuhkan minat orang untuk ikut dan semangat berlari.


Lomba pertama yang saya ikuti di tahun ini adalah ‘Halo Night Run’ yang disponsori oleh salah satu operator selular terkemuka di Indonesia. Uniknya, lombanya diadakan saat bulan Ramadhan dan di mulai sesudah ibadah sholat tarawih. Benar-benar LARI menuju tengah malam. Tanpa ditemani oleh si Istribawel, saya berangkat sendiri ke Monas yang menjadi titik start perlombaan. Karena ini adalah perdana, saya hanya ikut yang 5 kilometer saja. Itupun sudah terasa sangat melelahkan, mungkin saya terlalu banyak menyantap makanan berbuka puasa, sehingga gerak pun menjadi lambat. Namun hasilnya juga tak buruk, untuk 5 kilometer itu saya bisa mencatatkan waktu 35 menit. Lumayan. J


Setelah berhasil bikin badan cape’ pada lomba pertama, saya pun semakin semangat untuk ikut lagi, mulai dari event lari yang gratisan hingga yang berbayar, dari yang berbayar sedikit, hingga yang berbayar lumayan.  Saya pun bangkrut. Hehe.  Tapi selama kegiatan ini positif tentunya tidaklah menjadi sebuah masalah. Tak hanya asik lari sendiri, saya pun mulai menularkan virus LARI ini ke teman-teman terdekat. Sebut saja Ano, teman sekantor saya, Uzer teman sepermainan semasa di Medan, dan seperti mewabah, teman-teman saya tersebut pun mulai mengajak temannya yang lain. Semangatnya jadi bercabang banyak dan saya pun tidak lagi berlari sendiri.


Akibat virus LARI yang telah menyebar dan karena seringnya event  LARI diadakan di Jakarta, maka saya dan beberapa teman yang sering ikut LARI akhirnya membentuk tim ala-ala yang kami beri judul ; Tim Kurakura. Mengapa? Karena kami larinya lambat. Haha. Biar lambat asal selamat. PeLARI-an ini pun menjadi semakin seru, karena yang terlibat menjadi banyak. 




Yah, inilah PeLARI-an sebenarnya. Saya tidak hanya memanfaatkan kegiatan positif ini untuk kesehatan, tetapi juga benar-benar menjadi PeLARI-an saya sebenarnya dari kerinduan saya terhadap seseorang. Menghindari kegiatan negatif yang tentunya menjadi tak penting, dan tentunya banyak hal menarik yang dapat saya temukan dari kegiatan yang memang tak hanya sekedar PeLARI-an ini.