23 Feb 2008

Dua puluh lima.

One hundred were divided four. A quarter of the age. The birthday of silver. It's up to you whether his name. It was clear, that was the reduction in my age. And many things that must be repaired by me. For my life. For the cleanliness of my spirit. For my career. For the greatness of my heart. And for this twenty-five years old, I still could not be perfect.


Tapi, memang tak ada manusia yang sempurna kan?. Aku bersyukur untuk karunia-Nya. Hingga aku bisa menjadi aku yang sekarang ini. Meskipun ini adalah sebuah angka yang besar untuk pengurangan usiaku, tapi aku masih bisa berbahagia. Diberikan kesehatan dan kebahagiaan.
Dua puluh lima. Dan aku masih belum merasa menjadi dewasa. Tapi aku mencoba untuk dewasa. Mencoba menjadi lebih bijaksana. Dan mencoba menjadi orang yang baik dan tentunya ber-Iman.

...And i have one surprised. From my pumpee. Dan seluruh teman-temanPict0209 yang masih bertetangga di rumah susun ini. Hehe. Ada bang Irman, bang adi, bang Sam, Drg. Dedi yang jauh dari Medan, dan Agung. Sungguh terharu. Aku berada jauh dari keluarga, tapi masih bisa menikmati kehangatan sebuah keluarga. Terima kasih untuk semuanya, yang sepertinya dengan penuh niat dan sangat terencana, membuat party kecil. Dan membangunkan aku yang sedang tidur. Salut juga, dengan kue di samping ini. Dengan gambar di cake dan Lagu Jangan Lupakan by Nidji, yang aku banget. Haha. Pumpee...Niat banget yah, sampe2 ngopy gambarnya dari Laptop tanpa sepengetahuan dirikuh. Really glad and the surprised thing. Aku bahagia. Dan terima kasih untuk semuanya.

Banyak-banyak terima kasih juga, untuk teman-teman yang udah ngirim pesan. Doa. Dan semua2nya. Buat Rosie. Raka. Uzer. Bang uul. Ahyar. Inem. Novi. Lolik. Toruz. Ivren. Dian. Wira. Rudi. Iwan. Mia. Momo. Edo. Nugie. Rahul. Temen2 kantor; Hasan. Irna. Amel. Nunu. Ruri. Irfan. Nindya. Yana. Mas Maelo. Pak Rizky. Mba Yo. Dan lain-lainnya. Terima kasih ya.

Dua puluh lima. And many things that must be repaired by me.


Jay



12 Feb 2008

The Kite Runner ; There is a way to be a good again...

The Kite Runner. Oleh Khaled Hosseini. Buku itu sudah lama selesai kubaca. Bahkan kemarin aku baru saja membeli DVD cassette untuk filmnya. Kekagumanku akan penulis novel itu tak bisa berhenti. Sungguh cerita yang apik dan sangat menyentuh. Tadinya buku ini juga adalah referensi dari seorang sahabat. Uzer. Tak sengaja terlihat, setelah kami berlama-lama mencari-cari buku di Gramedia Mal Taman Anggrek. Buku dengan 616 halaman itu juga tidak dengan cepat aku selesaikan. Lumayan dicicil untuk membacanya. Karena merupakan satu bagian selingan untuk waktu kerjaku yang juga membutuhkan konsentrasi tinggi.
The_kite_runner119186113793984
Mungkin dua minggu aku baru menyelesaikan buku ini. Aku juga lupa. Mungkin karena sudah lama berlalu. Dan mungkin juga karena aku selingi dengan membaca buku Ayat-Ayat Cinta, oleh Habiburrahman El Shirazy.
Lalu kenapa baru sekarang aku menulisnya dan ingin membaginya?. Karena aku baru saja menonton filmnya. Dan seperti biasa, sebuah wujud visualisasi tetap masih belum mampu membangkitkan rasa puasku dengan tulisan-tulisan dalam sebuah Novel. Sedikit mengecewakan memang. Tapi begitulah adanya. Aku juga masih pesimis dengan tayangan visualisasi dari Ayat-ayat Cinta, yang baru akan tayang akhir Februari ini di Cinema.

Kembali untuk kisah The Kite Runner ini, mungkin bisa aku bagi sedikit. Buku -dan sekarang udah ada filmnya- ini bercerita tentang sebuah kisah persaudaraan. Penuh kekuatan. Tentang kasih sayang, penderitaan dan pengkhianatan. Dan aku fikir seorang Khaled Hosseini benar-benar seorang penutur atau mungkin pendongeng yang baik. Dengan kecerdasannya mampu menghadirkan sebuah sisi yang berbeda dari Afghanistan. Yang penuh konflik, kepedihan dan akhirnya menyimpan sebuah kebahagiaan. Novel ini diceritakan dari sudut pandang orang pertama. Sehingga kalau kita tidak benar2 menyadari bahwa ini adalah cuma sebuah Novel, mungkin kita akan berfikir ini adalah sebuah memori dari Khaled Hoseini sendiri. Setiap karakter begitu kuat memunculkan emosi yang ada. Tentang kesetiaan dan ketulusan Hassan pada Amir. Pencarian jati diri Amir. Dan pertemanan mereka yang seharusnya adalah persaudaraan mereka.

"For you a thousand times over", itulah yang di ucapkan Hassan pada Amir. Untuk kesetiaannya. Sebagai teman. Yang sebenarnya Amir tak pernah menganggapnya begitu. Dan hal ini yang terus membuat Amir merasa sangat bersalah. Dan cerita terus berkembang tentang bagaimana kehidupan Amir dengan ayahnya. Bagaimana perjuangannya untuk kembali ke Afghanistan, tempat ia mengkhianati Hassan. Memfitnahnya. Ia pun kembali dengan harapan bisa menembus kembali kesalahan2 yang telah diperbuatnya kepada Hassan. and There is a way to be a good again...

Menonton filmnya, membuat aku sedikit merasa kecewa. Merasa senang juga sebenarnya. Karena sudah lama aku tunggu. Mengecewakan karena tidak semuanya bisa ter-visualisasikan dengan baik. Banyak sekali yang harus di-cut. Tapi tetap menyenangkan untuk sebuah kisah haru ini. :-)

...and Dostet Darum ; For you a thousand times over...
...and
There is a way to be a good again...


Jay

5 Feb 2008

...akhh, kamu!!

"Kamu ini dibilangin selalu bandel!. Kondisi badan kamu itu gak fit!. Obatnya udah diminum? Udah makan belum? Udah minum madu? Udah minum Ester-C? Susunya udah diminum? Badanku ajah yang jauh lebih fit bisa sakit. Apalagi kamu? Gak Pernah mau denger kalo dibilangin!. Awas yah kalo ntar belum makan!. Awas yah kalo obatnya belum di minum!."


"Kamu itu jangan selalu mengeluh!. Aku kan udah berapa kali bilang, semuanya kalo di jalani dengan ikhlas, pasti akan nyaman. Jangan selalu bersungut2 dan mengeluh!. Begitu yang aku pelajari dari training kemarin!".


"Katanya tidur malam tak tergantikan!. Tapi kalo internetan bisa tahan sampe malam2!. Bisa tahan 24 jam!. Nanti sedikit2 mengeluh, Kan tidur jay kurang!. Kan tidur malam itu tak tergantikan!!. Tapi ga pernah mau di salahkan kalo udah badannya ga fit!. Dasar!"


...akhh, kamu. Aku speachless untuk kamu sayang. Aku tau perhatian2mu sangat luar biasa padaku. Justru kadang membuatku jadi sangat tidak pernah merasa dewasa. Masih terlalu kecil. Aku sayang kamu. Bagaimana aku bisa lupa?

...akhh, kamu!!. Aku sayang kamu!!


Jay

30 Jan 2008

hanya berbagi...

Wah…sudah akhir Januari. Waktu benar2 cepat berlalu. Masih tetap berkutat pada rutinitas yang ada. Hanya ada tambahan untuk lebih memikirkan kesehatan dengan berolah raga. Jadilah ada beberapa jam waktu khusus yang aku bagi untuk hal yang satu itu. Untuk tubuh agar berasa lebih fit ajah. Selebihnya tidur dan makan dan nonton serial2 TV. Hehe.

Masih bingung dan masih belum dapat kepastian untuk bisa cuti dan libur di bulan April nanti. Masih males ngurus perizinannya. Masih malas ke HRD juga. Kangen Medan juga. Pengen balik kesana paling tidak dua atau tiga hari saja. Kangen dengan suasana kamar di rumah 98. Kangen rumah di Tamora. Kangen semua2nya. Tapi kalau aku kangen2an terus yang ada aku malah jadi kepikiran. Makanya terus2an di pending. Hehe. Biar serius ke kerjaan juga. Serius cari duit. Hehe.

Kemarin sempat insomnia lagi. Susah banget tidur. Dan tetap harus bangun pagi. Ada ajah yang difikirkan. Untuk beberapa hari ini sudah mulai normal kembali. Mungkin kemarin karena aku merasa nervous aja dengan masalah2 hidup. Yah, mudah2an gag terjadi lagi. Itu jugalah alasanku untuk membagi waktuku untuk bisa sejenak berolah raga. Agar aku bisa tidur lebih tenang.

Dan yang terakhir, saat ini juga lagi gag mau mikirin yang berat2. Lagi benar2 ingin menikmati apa yang ada. vie heureuse ...:-)

Jay

PS : :-( Turut berduka cita atas meninggalnya H.M. Soeharto –mantan Presiden RI-, semoga amal2 Ibadahnya diterima disisi Allah SWT. Amieenn. Prosesi pemakaman dan rumah dukanya selalu jadi tontonan yang menarik. :-)

18 Jan 2008

…harapan 2008



Lama juga tidak menulis. Setelah liburan di akhir tahun kemarin. Hampir tak tau apa yang ingin di tulis dan dibagi. Semuanya begitu indah. Hingga tak mampu tertuliskan dalam sebuah alinea, kalimat, bahkan sebuah kata.

Dan tibalah kembali di awal tahun. Sungguh waktu yang singkat untuk mengakhiri tahun kemarin. Tapi aku bersyukur, karena semuanya di akhiri dengan kebahagiaan. Kalaupun ada sesuatu yang masih terfikirkan olehku, mungkin adalah bertambah usia dan merasa masih banyak yang harus aku kerjakan untuk diriku sendiri, keluarga dan semua orang yang aku sayangi.

Semuanya tau, sifat dasar manusia adalah tak pernah mengenal rasa puas. Karena itu jugalah yang memacu semangat manusia untuk mendapatkan dan meraih segala keinginan yang telah difikirkan ; Harapan.

Banyak yang aku diskusikan dengan sahabatku –Uzer- kemarin. Tentang esensi hidup. Tentang memaknai diri dan segala harapan-harapan seorang manusia –bernama Harry Sanjaya- ini. Ketakutan adalah satu hal yang besar untuk selalu membayang-bayangi setiap harapan ini. Uzer berkata, dia telah melewati fase itu. Dan ia berkata hal itu tidak akan pernah hilang. Apa yang kami diskusikan hanyalah sebuah pengalaman hidup. Dia hanya membagi apa yang pernah di alaminya. Dan aku menjadi seorang pendengar yang baik. Dia bukan seorang yang sempurna. Dia hanya menjadi seorang penutur untuk kisah hidupnya. Dan aku jadikan sebuah pelajaran hidup untuk sebuah hal yang baik.

Di tahun kemarin, aku masih merasa belum ber-Iman sepenuhnya. Iman dalam arti yang sesungguhnya. Iman berarti percaya. Untuk satu hal yang ku anggap masih jauh, adalah Imanku pada diriku sendiri. Untuk mencintai dan percaya pada diriku sendiri, aku masih sangat jauh dari sempurna. Sangat tidak ber-Iman. Untuk hablumminALLAH, hanya aku dan DIA yang tau. Dan hanya ingin ku bagi dengan DIA sepenuhnya. Dalam doa dan sujud itu.

Adalah sebuah harapan ini. Bisa menjadi seseorang yang mengerti apa yang benar untuk dilakukan, dan apa yang salah untuk tidak dilakukan. Tapi ketakutan untuk tidak bisa menjadi satu hal yang sempurna, justru akan menjadi sebuah bayangan yang akan menghantui hingga membuat sebuah kegagalan. Dan kembali ke harapanku. Aku ingin dijauhkan dari ketakutan itu.

Usiaku juga pastinya bertambah. Apakah kedewasaan juga akan bertambah?. Pastinya aku tidak bisa menilai sepenuhnya. Karena aku bukanlah seorang penilai yang baik. Tapi aku hanya bisa merasa kalau aku tak pernah bisa merasa dewasa. Jika aku selalu di manja. Manja oleh diriku sendiri. Maka aku tak akan pernah dewasa. Dan aku pun ingin juga dijauhkan dari kemanjaan itu.

Akhirnya...semuanya akan kembali pada diriku sendiri. Untuk angka 2008. Semuanya tau, itu adalah sebuah angka yang besar. Untuk bertambah besarnya usia ku juga. Meskipun aku selalu merasa bertambah besarnya usiaku selalu berbanding terbalik dengan kebesaran jiwaku. Aku masih mengharapkan untuk bisa berbanding lurus. Dan itu hanya bisa aku yakini. Untuk sebuah harapan itu.

...harapan 2008.

Jay

31 Des 2007

Kaleidoskop…

Sudah banyak yang aku lalui 2007 ini. Banyak hal, pengalaman serta pelajaran hidup yang dapat aku ambil dari segalanya. Tentang setiap keputusan yang harus aku pilih dan aku ambil dalam waktu yang sangat singkat. Tentang masa depan yang selalu dalam dilema. Tentang keadaan hidup yang selalu ingin lebih baik. Semuanya selalu berjalan beriringan meniti setiap jalan yang harus aku tempuh sepanjang 2007 ini.

Ada banyak sekali hikmah yang aku ambil dari segalanya. Keputusanku untuk mengakhiri tinggal di kost dan kembali ke rumah Selamat 98 pada awal Maret 2007, adalah keputusan awalku untuk merubah segalanya. Pengambilan keputusan di bulan Mei dan Juni ketika aku mengambil cuti dan liburan ke Sabang juga adalah keputusan yang penting dan indah. Itulah awal segalanya. Hingga keputusan yang teramat penting untuk tinggal jauh dari orang tua dan mengawali karir baru di sini. Yang sebelumnya memang tak pernah aku bayangkan sama sekali. Tapi aku bahagia.

Bahkan hingga di akhir September kemarin aku juga kembali dihadapkan untuk pengambilan keputusan untuk mengawali karir baru. Untuk pindah dari tempat yang lama. Aku hanya tak ingin salah. Dan sejauh ini aku masih belum merasa salah. Karena aku masih mampu menikmati segala yang ada dan segala yang telah aku putuskan. Mencari kehidupan yang lebih baik dan sejahtera itu naluri setiap manusia. Dan segalanya memang harus difikirkan untuk bisa menjadi sebuah landasan.

Inilah tahun penuh keputusan dan pemikiranku...

Aku hanya menikmati, meresapi dan mengambil segala hikmah...

Tak akan menyesali, karena aku telah meyakini...

Segalanya kan indah...

Selamat tinggal 2007 dan Selamat datang 2008...

Jay

PS : Maaaf atas ketidaknyamanannya, Seluruh selular phone saya tak akan aktif dalam rentang waktu 30 Desember sampai 1 Januari 2007. Karena saatnya liburan...:-)

10 Des 2007

Occupé pour le travail...

Pendant longtemps pas en écrivant dans ce blog. J'ai manqué tout de j'ai écrivent. Uelquefois je me sens toujours solitaire. Dans cette ville, Jakarta. Sans toute ma famille. Je manque Medan. Ma ville de naissance. Manquez tout d'il y a. Manquez mes parents, ma soeur, mon frère et tous mes amis. Dewi, Aan, et Eka. Mais je dois être survivent. Durement le travail et continue mon étude pour être un gars élégant. Parce que, c'était ma promesse avec mes parents. Et je les aime....:-)

Peut-être, je continuerai mon étude de degré de maître en Indonésie Université, majoring l'administration de ressources humaine. Tout de même ma planification.
Avec optimisme mes rêves se matérialiseront...Amiien...:-)

Priez pour moi...;-p


Jay