
Wah,,,jika saja aku bisa memilih pertanyaan lain. Tapi, pertanyaan itu sudah menjadi pertanyaan wajib yang akan dilontarkan seluruh kerabatku ; dari mulai nenek,buklek, paklek, bukde, pakde bahkan para sepupu yang lain. Sebuah senyuman sudah menjadi hal yang sangat aku andalkan mengenai hal ini. Hehe. Apa mereka gag ngerti yah? Kalo nikah itu gag gampang? Hehe. Pengecualian mungkin diberikan Ibuku tercintah. Dia sudah sangat mengerti aku, dan pastinya sudah aku komunikasikan padanya visi dan misi hidupku sebelum keinginan -atau mungkin tepatnya nafsu- untuk menikah. Dia mengerti segala pertimbanganku. Dan tentunya dalam posisi sekarang dengan kondisi abangku yang belum menikah, aku juga tak terlalu di tuntut. Masih aman.
Berbicara tentang menikah. Seminggu setelah berlebaran kemarin, aku balik ke Medan lagi. Dan ikut menghadiri resepsi pernikahan sepupuku -yang kali ini diadakan di rumahnya- dan tentu saja sangat melelahkan mempersiapkan segala sesuatunya. Karena seluruh keluarga mengurus sendiri. Untungnya aku datang tepat di hari 'H', jadi tak ikutlah aku berepot-repot. Hehe. Bukannya niat memang sengaja terbang dari Jakarta pada harinya, tapi karena libur kerjaku yang tidak

memungkinkan.
Akhirnya, SANTI WINY -sepupuku tercintah- menikah juga. Sepupu terdekat, karena sejak kecil, aku yang sudah bersamanya tinggal di rumah nenek menjadi sangat dekat. Dan aku tau perjuangannya untuk menikah. Hehe. Setelah bertahun-tahun berpacaran. Bersedia di langkahin sang adik. Yah, akhirnya kau menikah 'suntil', hehe.
Dan, pada acara sakral itulah, semuanya berkumpul. Dan, pada saat itu jugalah aku kembali ditanya, ditanya, dan selalu ditanya untuk kapan ma

sanya aku akan menyusul. Ah sudahlah. Hehe.
just saying ; Happy Wedding my luvly cousin. Wish u luck and always happy ever after..
Aku menikmati suasana rumah Selamat 98. Bahagia juga bisa berkumpul lagi dengan sanak saudara semuanya. Bercerita dengan sepupu yang lain. Dan bisa bersama-sama di rumah Selamat 98 yang sangat aku rindukan. Yah, keluarga 98 yang selalu penuh ceria. Karena dari sini aku dibesarkan. Bersama semuanya. Ada yang hilang dan pergi. Tapi ada juga yang datang dengan penuh keceriaan. Para keponakan yang lucu-lucu. Selal

u membuatku lupa akan kesedihan dan segala kegundahan. Keluarga memang tempat kita merasakan segala yang indah.
Banyak sekali kenangan di rumah itu. Tempat aku bermain kelereng di waktu kecil, bahkan hingga aku harus 'manjat' pagar dini hari setelah pulang hang out atau clubbin, jika aku tak membawa kunci gembok pagar. Hehe. Yah, sedikit kenakalan-kenakalan remaja yang hampir terlupakan dan hampir bisa aku hentikan.Hehe.
Aku juga sanga

t bahagia bisa bertemu Ibu lagi. Tak pernah puas rasanya untuk bisa berkomunikasi dengannya. Ibu yang sedikit melankolis -alias cengeng- jika bertemu anak-anaknya. Ibu yang selalu mengerti anaknya. Dan Ibu yang selalu percaya anaknya bisa melakukan hal yang terbaik. Aku sayang Ibu. Tak perlu menangis lagi Ibuku tercintah. InsyaALLAH anakmu disini selalu memegang teguh amanatmu. Menjadi yang terbaik untuk dirimu. Dan tentunya buat masa depan kita. Ya kan? Baik-baik jaga Papa yah. Hehe. Dan masih ada satu amanah lagi yang harus kau lanjutkan. Aku yakin kau bisa melaksanakannya. Aku juga masih banyak keinginan yang ingin kuberikan untukmu. Agar bisa selalu membuatmu tersenyum, sedikit menangis. Bukan karena sedih. Tapi tentunya karena bahagia. Bahagia kita. :-)
Jay