16 Okt 2008

Kapan Menikah?

Wah,,,jika saja aku bisa memilih pertanyaan lain. Tapi, pertanyaan itu sudah menjadi pertanyaan wajib yang akan dilontarkan seluruh kerabatku ; dari mulai nenek,buklek, paklek, bukde, pakde bahkan para sepupu yang lain. Sebuah senyuman sudah menjadi hal yang sangat aku andalkan mengenai hal ini. Hehe. Apa mereka gag ngerti yah? Kalo nikah itu gag gampang? Hehe. Pengecualian mungkin diberikan Ibuku tercintah. Dia sudah sangat mengerti aku, dan pastinya sudah aku komunikasikan padanya visi dan misi hidupku sebelum keinginan -atau mungkin tepatnya nafsu- untuk menikah. Dia mengerti segala pertimbanganku. Dan tentunya dalam posisi sekarang dengan kondisi abangku yang belum menikah, aku juga tak terlalu di tuntut. Masih aman.

Berbicara tentang menikah. Seminggu setelah berlebaran kemarin, aku balik ke Medan lagi. Dan ikut menghadiri resepsi pernikahan sepupuku -yang kali ini diadakan di rumahnya- dan tentu saja sangat melelahkan mempersiapkan segala sesuatunya. Karena seluruh keluarga mengurus sendiri. Untungnya aku datang tepat di hari 'H', jadi tak ikutlah aku berepot-repot. Hehe. Bukannya niat memang sengaja terbang dari Jakarta pada harinya, tapi karena libur kerjaku yang tidak memungkinkan.

Akhirnya, SANTI WINY -sepupuku tercintah- menikah juga. Sepupu terdekat, karena sejak kecil, aku yang sudah bersamanya tinggal di rumah nenek menjadi sangat dekat. Dan aku tau perjuangannya untuk menikah. Hehe. Setelah bertahun-tahun berpacaran. Bersedia di langkahin sang adik. Yah, akhirnya kau menikah 'suntil', hehe.

Dan, pada acara sakral itulah, semuanya berkumpul. Dan, pada saat itu jugalah aku kembali ditanya, ditanya, dan selalu ditanya untuk kapan masanya aku akan menyusul. Ah sudahlah. Hehe.

just saying ; Happy Wedding my luvly cousin. Wish u luck and always happy ever after..

Aku menikmati suasana rumah Selamat 98. Bahagia juga bisa berkumpul lagi dengan sanak saudara semuanya. Bercerita dengan sepupu yang lain. Dan bisa bersama-sama di rumah Selamat 98 yang sangat aku rindukan. Yah, keluarga 98 yang selalu penuh ceria. Karena dari sini aku dibesarkan. Bersama semuanya. Ada yang hilang dan pergi. Tapi ada juga yang datang dengan penuh keceriaan. Para keponakan yang lucu-lucu. Selalu membuatku lupa akan kesedihan dan segala kegundahan. Keluarga memang tempat kita merasakan segala yang indah.
Banyak sekali kenangan di rumah itu. Tempat aku bermain kelereng di waktu kecil, bahkan hingga aku harus 'manjat' pagar dini hari setelah pulang hang out atau clubbin, jika aku tak membawa kunci gembok pagar. Hehe. Yah, sedikit kenakalan-kenakalan remaja yang hampir terlupakan dan hampir bisa aku hentikan.Hehe.

Aku juga sangat bahagia bisa bertemu Ibu lagi. Tak pernah puas rasanya untuk bisa berkomunikasi dengannya. Ibu yang sedikit melankolis -alias cengeng- jika bertemu anak-anaknya. Ibu yang selalu mengerti anaknya. Dan Ibu yang selalu percaya anaknya bisa melakukan hal yang terbaik. Aku sayang Ibu. Tak perlu menangis lagi Ibuku tercintah. InsyaALLAH anakmu disini selalu memegang teguh amanatmu. Menjadi yang terbaik untuk dirimu. Dan tentunya buat masa depan kita. Ya kan? Baik-baik jaga Papa yah. Hehe. Dan masih ada satu amanah lagi yang harus kau lanjutkan. Aku yakin kau bisa melaksanakannya. Aku juga masih banyak keinginan yang ingin kuberikan untukmu. Agar bisa selalu membuatmu tersenyum, sedikit menangis. Bukan karena sedih. Tapi tentunya karena bahagia. Bahagia kita. :-)




Jay

9 Okt 2008

Meluncur di Mal...


Wah...sebelum libur lebaran usai kemarin. Akupun mencoba hal yang baru. Menikmati suasana lebaran di Jakarta juga ternyata menyenangkan. Ada Mal baru. FX namanya. Di bilangan Sudirman. Tempat dan suasananya memang di sesuaikan dengan temanya 'Entertaintment'. Boleh dibilang ini adalah Mal yang nantinya akan menjadi 'kakak'nya Plaza Indonesia EX. Karena satu Management, dan memang dibuat dengan tema yang sama. Yah..seperti kebanyakan Mal di Jakarta saat ini yang memang selalu di jadikan 'thematic'. Dalam segala hal. Tapi yah tetap saja yang terbaik berdasarkan subjektif-ku adalah Grand Indonesia.

Suasana nyaman dan Mal yang masih terbilang 'sepi' pengunjung ini, juga membuatku menjadi sangat tertarik. Di samping parkir mobilnya yang gag ribet, cuma turun ke bawah 'blesss'.. (hehe...karena males kalo nyetir2 harus disertai dengan tanjakan), Mal ini juga terbilang lumayan lengkap buat jajanan pengisi perut. Aku pun menikmati. Dan sepertinya akan menjadi tempat nongkrong atau tempat bersembunyi kali yah.

Fasilitas yang diberikan juga cukup terbilang lengkap. Dengan akses Wi-Fi di seluruh tempat. Gratiss..tiss..dan cepat. Serta ada hiburan lain, yaitu 'AtmostFear'. Kamu-kamu bisa di beri kesempatan untuk meluncur dari lantai 7 hingga ke lantai 1. Wah...tentunya memacu adrenalin bukan? Seperti menikmati liburan di luar dengan suasana indoor.

Aku sudah mencobanya. Rasanya...biasa aja sih. Hehe. Walaaahh..ini promosi atau menjatuhkan??. Yah mungkin anda yang terbiasa menikmati 'tornado' atau 'kicir-kicir' di Dufan, mencoba 'AtmostFear' akan menjadi satu hal yang biasa. Tapi akan menjadi satu yang luar biasa, bagi seorang phobia, pada ketinggian tentunya. Anda tertarik? Silahkan mencoba. Tapi tetap saja untuk permainan satu ini tidak GRATIS. Anda harus berbelanja minimal 100 ribu di weekday dan 200 ribu di weekend, untuk mendapatkan tiket Gratisnya. Jika mau bayar langsung?? bisa...silahkan bayar 50 ribu di weekday, dan 75 ribu di Weekend. Selamat ber'atmostfear' yah...!!



Jay

2 Okt 2008

Maaf...Maaf...Maaf...

Mencoba menulis lagi. Membiasakan kembali hal yang sudah lama aku tinggalkan. Tak terasa, mungkin sudah lebih lima bulan. Jika berandai-andai, mungkin sebentar lagi akan 'brojol'. hehe.

Dan ini mungkin saat yang aku kira pas. Untuk memulai kembali semuanya. Mulai membagi kembali apa yang aku inginkan dan yang tak aku inginkan. Yang sebenarnya aku fikir memang untuk aku rasakan dan nikmati sendiri. Hanya untuk aku. Hehe.

Salah. Setiap manusia punya salah kan?. Aku juga. Sangat banyak salah. Sering bikin salah. Sering tak sadar salah. Sering sengaja salah. Bahkan kadang senang bikin Salah.
Tapi seperti tulisan yang terpampang di papan2 iklan utk satu iklan rokok terkemuka, "karena gampang di maafin, jadi yah sering2 aja bikin salah". Hehe..[ngarang dah gw...!!].

Senangnya, aku bisa menikmati libur di Medan kembali tanggal 11 oktober 2008 nanti. Berjumpa dengan sanak saudara lagi. Dan nak berjumpa dengan sahabat-sahabat lama, yang pastinya sudah menunggu kedatanganku...hehe (ngareeeepp).

Tapi, ya sud...SAYA MINTA MAAF yah..
Kamu yang di sini, kamu yang di sana, kamu yang gak pengen di sana, dan kamu yang berharap masih di sini...SEKALI LAGI.....
SAYA MINTA MAAF...Di Maafin yah...:-)


Minal aidin wal faidzin, Maaf Lahir Bathin.
Selamat Hari Raya Idul Fitri.



Jay

22 Jun 2008

today is a gift.

Sampai dengan saat ini, aku tetap bisa merasakan bahwa aku masih menjadi seorang yang beruntung. Dalam artian, segala yang aku lakukan selalu ada dukungan dan perhatian. Tidak hanya dari kamu. Tapi dari orang-orang terdekat lainnya -yang sepenuhnya menyayangi,ataupun hanya tak sadar jika menyayangi- dimana saja.

Sudah lama aku tidak menulis. Bukan aku tak suka lagi menulis, tapi karena aku memang ingin menyimpan segalanya di fikiran dan hati ini. Rutinitasku mulai sangat membosankan. Tapi aku tak pernah bosan dengan tingkahmu. Aku cuma bosan dengan jalan hidupku. Kadang, aku sering membayangkan yang telah terjadi untuk waktu yang lampau. Ada keindahan dan ada kesedihan. Aku hanya mau membayangkan keindahan yang ada. Dan betapa aku ingin hal tersebut bisa terulang. Tapi segalanya memang tinggal sejarah.

Untuk masalah pekerjaan dan kantor. Meski terasa membosankan, tapi aku cukup bahagia. Untuk diberi kepercayaan lebih dari segala tugas dasarku. Menjadi sebuah kemajuan dan pelatihan untuk segala yang tidak aku ketahui. Dan aku masih selalu ingin menjadi orang yang pintar. Mengetahui segala yang belum aku ketahui.

Untuk masalah kamu -tepatnya tidak ada masalah dengan kamu- aku hanya tak seharusnya memikirkan kondisi yang terburuk terjadi untuk kedepannya. Yang aku harapkan hanyalah yang terjadi kemarin dan hari ini adalah segala yang indah yang akan tetap bisa aku dapatkan untuk selamanya. Karena kau begitu indah untuk sisi subjektifku. Tapi kadang fikiranku untuk kondisi buruk itu menjadi sangat menakutkanku untuk bisa tak sekedar hanya menjalaninya. My mistake. Jika Aku selalu tak pernah menjadi orang yang terbaik dari yang pernah kau harapkan. Tapi aku selalu mencoba.

it is a saying ; "Yesterday is history. Tomorrow is a mistery but Today is a gift. That’s why it’s called the present".

….J’aime ce dicton et j’aime aujourd’hui….

Jay

27 Apr 2008

Dilemma.

Almost on the end of April. Many things that were passed through by me in this month. Holiday. Be sick. And always working with routinity sometimes made me bored. But, all of them must be passed by me. Because indeed has become my obligation.

About last holiday, i was very happy to be able to enjoy all of them. I went to Puncak. Be a part with night Safari. Just stayed in beautiful Hotel. Arrggh..Unforgotten.

Dan sekarang. Aku kembali harus menentukan pilihan hidup. Dan harus aku sendiri yang menentukan. Tak hanya soalan masa depan. Tapi soalan prinsip kerja,
Masih aku fikirkan. Tapi sepertinya akan jatuh ke sebuah pilihan. Resign. And getting a new Job. Tapi, perlu waktu satu bulan ini menyelesaikan semuanya di Kantor yang nantinya akan menjadi kenangan [lagi], hehe. Hingga akhir Mei.
Tapi, apa masih mungkin akan berubah lagi??
Argghh,,,Dilemma…

Jay.

4 Apr 2008

mistake.

Sorry for my mistake. Sorry if I was wrong. If you understood what I wanted..
That night, I only wanted to embrace you. That night, I only want to was near you.
But all of them, i made a mistake.
I didn't mean so, and i didn't want to that happened.
But I always was wrong, and i always like that.

...Loved was prepared to be hurt....*sigh*


Jay

3 Apr 2008

Hmmmppphhh...

Sudah awal april.
Waktu begitu cepat berlalu yah. Sepertinya baru saja dari Medan kemarin. Dan ternyata sudah satu minggu lebih. Yah, kemarin sempat balik ke Medan. Ngelepas rindu dengan keluarga, dan semua2nya. Reunian dengan teman kantor lama juga. Tapi sungguh singkat. Berasa kurang. Dan aku masih ingin berlama-lama di sana. Tapi pekerjaan disini sudah menanti dan menanti. Hmmpphhh.....

Balik dari Medan kemaren. Aku pun drop lagi. Sedikit demam dan flu. Mungkin masih shock karena abis liburan. Tapi memang cuaca di Jakarta ini yang selalu berubah tidak menentu pastinya aku jadikan alasan utama. Dan aku juga menyalahkan antibody yang tidak cukup kuat menahan kuman2 yang membuatku sakit. Aku benci.

Ya sudah. Lagi ga punya inspirasi. Lagi banyak kerjaan juga. Dan lagi stress juga.

Ffffffiuuuuuuuuuhhh....:-(


Jay