31 Jul 2006

Bad day....

Lagi hilang mood banget niy. Hiks
Tadi siang abis bangun tidur. Papa nelfon. Kita sempat bersitegang. Dan ini melalui telfon. Dan ini yang aku gag suka. Percakapan melalui telfon selalu berbatas. Apa yang menjadi maksud kita selalu tidak tersampaikan dengan jelas. Dan memang kami harus bertemu.

Kenapa ada ketegangan ini??
Sepenuhnya aku juga gag terlalu tau apa sebenarnya ini masalahnya. Kayaknya ada satu masalah yang baru ia ketahui dan berkaitan denganku. Tapi ini udah menyebabkan pemikiran kami malah jadi gag sejalan. Semuanya memang perlu penjelasan. Untuk smsku terakhir ke papa juga tak berbalas hingga kini ; Sebegitu marahnya kah ia??

Aku cuma berharap...
Aku cuma bisa berdoa...
Semoga bisa segera keluar dari masalah ini...
Aku gag mau jadi anak durhaka
Dan aku masih terlalu sayang Papa ; walaupun prinsip kita selalu berbeda.

Untuk hari selasa besok, aku harus balik ke Tamora. Untuk penyelesaian semuanya...
Dan semoga semua dapat selesai...Amieenn.

Untuk kasus yang lain ;

Gag cuma untuk satu masalah. Untuk malam ini muncul masalah baru. Ngak berkaitan dengan masalah yang pertama. Ini soalan rasaku. Untuk seseorang ; dan untuk tiga cinta yang telah di buatnya. Aku cuma berharap kau mampu membenarkan apa yang kau anggap benar. Dan itu harus dari hati. Bukan fikiran sesaat ataupun materi ; Aku yakin kau jauh tlah menjadi bijak.

Maafkan aku jika aku tak mampu dan tak ingin ini diselesaikan malam ini. Karena aku cukup lelah untuk hari buruk ini. Dengan pekerjaan yang berat di Kantor dan dengan berbagai macam perasaan gundah untuk masalah dengan Papa. Kau pun tau masalah itu. Karena kau berada tepat disampingku saat itu.

Akh,,,aku ingin hari ini cepat berlalu.
What a F**king day..!!!! Huh..!!
it was really heavy and bad day.......


Jay

28 Jul 2006

One Day...

Kemarin <26/07> aku off day gitu. Dan emang udah dari kemaren2 udah di rencanain mo mudik a.k.a pulang kampong. Hehe. Akhirnya kesampaian juga. Walopun sebenernya rumahku juga gag kampong2 kaliy. Hehe . Dan ditambah juga emang suasana yang ngedukung juga. Ma luvly juga lagi mudik soalnya. Jadi kan gag enak ajah kalo’ libur harus jalan sendiri di Medan.

Akhirnya anak mudanya pun meluncur ke Tamora jam 11 siang. Nyampe di rumah tiba2 Ma Sista sudah menyambut dengan stupid question. Huuh..!. Kan lucu ajah. Masa dia nanya begini ; “Koq dateng lu, tumben niy...kehabisan duit yak??”. Excuse meeeee!!!!!! Koq di bilang dateng siy?? Itu kan rumah aku juga. Yah walopun emang belon di wariskan, tapi yang penting itu masih sah sebagai tempat anak mudanya berlindung. Aku pun dengan sigap menjawab ; “Tolong yah diganti kata2nya, dateng jadi pulang, OK. Dan gag mungkinlah anak mudanya kehabisan duit, secara aku pengusaha, hahahaha”. Kami pun tertawa bersama.

Kyaa...mungkin my sista ada benernya juga siy. Secara rumahku yang di Tamora ini. Cuma 20 menit dari Medan kalo naik motor. Tapi tetep ajah aku jarang balik. Dan emang juga jadi ngerasa asing. Tapi asyik juga kalo’ udah kangen my room dan segala2 yang ada di dalamnya. Aku pun jadi betah seharian di rumah. Nonton beberapa film2 dvd bajakan yang baru aku beli kemaren di pajus. Sampe’ dengan doorsmeer motor sendiri. Untuk case yang terakhir emang sangat jarang aku lakuin.


Tapi pas pulang kemaren emang di rumah lagi gag lengkap juga. Papa lagi ke luar kota. Tempat ma brother tugas di luar kota. Tapi masih ada ma mother. Serruu dahh...!!!.

Dan aku pun mutusin tuk bobo’ di sana satu malam. Di kamar yang hampir 2 bulan ngak aku tidurin .

Oughh...I luv ma home...

I luv ma room...

And I luv ma family...!!!

Miss you....


Jay

17 Jul 2006

tentang aku, dia dan sahabat...

Seminggu ini, banyak juga cerita yang mau dibagi. Tapi lagi kehabisan ide untuk nulis. Jadi malas banget ngebagi apa yg aku punya. Lebih sering nulis blog dari ponsel, tapi males banget tuk di postingin.
After 3 hari yang membahagiakan kemarin. Aku masih memiliki beberapa hari bahagia lagi sesudahnya. Bersama dia. Yang mampu buat aku tenang. Tapi selalu memberi batasan ; Batasan rasa dan waktu. Argghh....:-(
Sekarang lagi di kantor niy. Hari kedua masuk malam. Dan masih akan ada 2 hari lagi. Hiks. Tapi gapapa juga siy. Profesional....hehehe.....
Tadi juga baru baca buku baru dari Dedie. Chicklit gitu d kayaknya. Biasalah dari Ninit Yunita , dan buku ini kayaknya juga udah ada filmnya. HEART judulnya.
Baca bukunya kayaknya lebih sedih gitu dari filmnya. Hehe. Secara sebenarnya aku kemaren gag nonton filmnya. Hehe. Dan emang gag minat juga. Lebih enak baca bukunya.
Jadi inget salah satu kalimat di buku itu d. "Cinta itu...Bisa membuat orang yang kita cintai...Bahagia". Sentimentil sentences. Tapi kena banget. Hehe.
Betapapun sakit yang kita rasa. Kita harus bahagia untuknya. Bisa memberikan satu kebahagiaan hakiki pada orang yang kita cintai itulah CINTA. Meskipun kita harus rela mati. Haruskah???
Mungkin karena ini banyak pelanggan yang minta NSP ; Haruskah ku mati dari Ada band <>.

tentang aku, dia dan sahabat

Sahabat adalah orang yang mampu memberi kita saran, masukan dan cerita-cerita yang bisa membuat kita sedih, bahagia serta tertawa. Dan dia ku miliki. Sedih juga karena sahabat harus mengalami hal yang sama seperti yang aku alami. Padahal aku selalu berbagi masalah itu padanya. Dia membantuku melupakannya. Dia membantuku untuk kembali padanya karena tidak berhasil melupakannya. Dan dia mendorongku untuk bangkit dari sakit dan keterpurukan. Tapi mengapa ia mengalami hal yang sama?? Sungguh ini tak ku inginkan.
Dia adalah orang yang telah pernah berkhianat padaku. Tapi rasa ini terlalu kuat. Terlalu besar untuk bisa membencinya. Hingga itu tak pernah terjadi. Bahkan hingga kini. Untuk keragu-raguan yang selalu ia berikan padaku. Tapi aku meyakininya. Aku yakin untuk keputusanku bisa menerimanya kembali; meskipun ia belum. Sahabatku pun meyakiniku. Ia lebih yakin kalau aku masih bisa bahagia bersamanya. Meskipun ia tau betapa sakitnya sebuah pengkhianatan dan kebohongan; Dan kini pun ia pun mengalaminya. Untuk kasus yang hampir sama.
Sahabat. Aku yakin kau mampu cukup dewasa untuk keluar dari masalah ini. Dan kaupun ku yakin lebih bijak menghadapi keadaan ini. Sama seperti dorongan yang kau berikan kemarin. Meskipun ini sakit dan berat. Tapi ku yakin masih ada harapan untuk semuanya.
Kamu selalu berkata bahwa mereka tak pernah bahagia dengan pasangan mereka. Dan kamu pun selalu bertanya bahwa ; Jika mereka mampu atau bisa dan akan bahagia di samping kita, kenapa kita yang harus di sakiti? Apa salah kita???
Percayalah...Jawabannya akan ada beberapa hari ini. Untuk senyum kita. Dan kebahagiaan kita.
Untukmu; sahabat. Meskipun dia selalu dihatiku.
Tapi kau akan selalu hidup. cheers.


Jay

13 Jul 2006

untuk 3 hari yang membahagiakan...:p

Aku bahagia untuk kebersamaan ini. Aku bahagia bisa bersamamu.
Aku bahagia untuk waktu yang kau berikan. Tapi aku tidak bahagia dengan keragu-raguanmu.

Mengapa masih ada batasan itu. Batasan waktu yang selalu masih mampu tuk memisahkan.
Aku gag rela melepasmu untuk hari ini. Tapi ini kenyataannya. Kau memang harus pergi.
Walau ku yakin untuk sesaat.

Tapi ku bahagia untuk kebersamaan kemarin. Aku bahagia kau mampu disampingku.
Aku bahagia kau telah mampu memberi keputusan. Walaupun masih ada batasan itu.

Terimakasih untuk waktumu.
Terimakasih untuk kebersamaan kita.
Terimakasih untuk pelukanmu.
Dan terima kasih untuk batasan yang kau berikan.

Untuk 3 hari yang membahagiakan ini...


Jay

28 Jun 2006

Whatever lah.....!!!

Lagi bingung juga niy. Lagi suntuk juga. Kenapa kita harus selalu memikirkan apa yang orang dengar tentang kita. Kita harus panik tentang apa yang orang bicarakan tentang kita, Dan kita harus risau jika orang mulai meragukan kita. *Agghh...entahlah....*

Kamis kemarin (22/06), sempat sms2an dengan teman kantor dulu yang udah resign. Mulanya masih bicara soalan pekerjaan, tapi lama2 mengarah pada sebuah keraguan. Lhoo???Maksudnya???. Ya, dia cerita siy, kalo’ dia denger2 berita yang gag baik gitu tentang aku. Katanya siy, ada yang bilang ke dia *dan dia gag rela gituw*, kalo’ aku udah sering banget jalan ama temen cowok gw di kantor yang notabene bukan gag suka ama wanita tapi mungkin emang belum menyenangi wanita aja.

Kita sempat berdebat juga ;

Kenapa kita selalu mikir apa kata orang? Kita yang mengerti tentang diri kita. Kita yang mengerti apa yang kita sukai dan apa yang tidak kita sukai.

Mungkin apa yang di sukai temen kantorku yang cowok itu adalah memang membuat dia merasa nyaman. Itu yang buat dia bahagia. Dan itu yang menjadi semangatnya. Why not??

Norma sosial memang sulit untuk di tentang. Tapi, ini soalan rasa, soalan kehendak dan soalan individu. Yang hanya di mengerti oleh masing2 orang.

Mungkin yang perlu di ‘pertegas’ di sini ;

Gag selamanya kalau kita jalan dengan teman atau sahabat, kita harus melebur menjadi dirinya. Masing2 individu punya prinsip serta visi masing2. Dan hanya dia seorang yang mengerti...

Selama kita enjoy dan kita bisa bahagia bersahabat dengan orang yang kita rasa cocok, why not??. Whatever lah...apa kata orang!!. Kita yang ngejalaniy, bukan dia, mereka atau yang lainnya. Ya kan??

Sahabat mungkin selalu ada di saat kita butuh pertolongan. Di saat kita sakit, dan di saat kita terpuruk, tapi mereka tidak!!.

Menurutku, saat ini teman2 yang memang bisa sejalan denganku adalah sahabat ku yang terbaik. Yang bisa benar2 memberikan perhatian sebagai seorang sahabat; tanpa mempermasalahkan selera atau hasrat yang mungkin berbeda.

Mereka lah sahabat terbaik.

Thanks for being my friends. Tetaplah berada di sana....

Dan aku masih di sini....Whatever lah.....apa kata orang. Hehe.

Untuk perdebatan itu ;

##Sosok wanita masih sangat begitu indah untuk di abaikan....##

Jay

27 Jun 2006

Keep Smiling....:)

Kemaren punya cerita kocak d. Begini ceritanya.....

Pas pulang dari kantor sorean gitu, anak mudanya kan naik kereta aka sepeda motor. Trus karena pengen jjs alias jalan2 sore. Jadilah muter2 ngelewati jalan yang biasanya gag di lewati. Sampe’ akhirnya nyampe di persimpangan polonia-juanda, karena ada lampu merah sebagai pengendara kendaraan bermotor yang baik, aku pun berhentilah dengan seksama. Hehe. Dan tiba2 ada yang mendekat dari arah belakang dengan seragam kebangsaan yang paling ditakuti oleh segenap bangsa pengendara sepeda motor. Yuup....gag salah lagi. Polisi Lalu lintas. Yang sok galak padahal matre’. Lhooo???? Maksudnya??

Kemudiaan dengan sapaan hangatnya dia mulai melancarkan serangannya.

Mr. Police : “Selamat sore pak, bisa ditunjukkan STNK dan SIM nya” .

Aku : “Ini pak, SIM ama STNK-nya”.

Mr. Police : “SIM nya udah mati nih, STNK nya juga udah mau mati”.

Aku : “Iya pak...SIM perpanjangannya ketinggalan di rumah pak...di dompet yang satu lagi, tadi lupa di bawa pak” expired, males di perpanjang lagiy...hehe>

Mr. Police : “Gak bisa nih. Ini harus di tilang, STNK nya yang di tilang ya. Kok bisa gak di bawa SIM perpanjangannya? Atau bayar dendanya aja?”

Aku : “Ya..pak...lagi gag bawa duit niy pak...Liat deh pak dompetnya kosong, emang lagi gag bawa duit juga pak”

Mr. Police : “Jadi maunya gimana??? Harus bayar denda niy. Ato di tilang aja ya??!!”

Aku : “Janganlah pak...atau saya ambil dulu SIM nya ke rumah ya pak...memang ketinggalan dirumah pak...”

Mr. Police : “ Ya udahlah...kalo’ gak kamu belikan saja bapak aqua, ntar balik lagi kemari ngambil STNK ama SIM nya ya...haus nih...suka’ bapak ngeliat kamu senyum2 teruss..”

Aku : “Dimana beli aqua nya pak?? Mana ada disekitar sini pak??”

Mr. Police : “ Di sana...di depan Elisabeth kan ada...”

Kemudian anakmudanya pun meluncur ke depan Rumah Sakit Elisabeth tuk beli 1 botol Aqua yang Cuma 1500 perak. Hehehhe...

Nyampe’ di simpangan yang tadi.Langsung d ngasih Aqua nya ke Polisi bodrexx itu, hehe>, trus ngambil STNK dan SIM ku....dan langsung anak mudanya meluncur tanpa basa-basi lagi. Tapi....polisi itu sempat mengucapkan satu kalimat; “Bapak suka’ senyum kamu....” . Hahahahhahaha .

Ada apa dengan senyumku??

Ada apa juga dengan polisi bodreks itu??

Ntahlah....sampe’ sekarang daku tak mengerti....

Tapi saranku...tebarlah senyum dimanapun dan apapun kejadiannya....

Who knows??? You are the lucky one like me....

Hehehe *Nyengir lagi*


Jay

20 Jun 2006

Thanks for being my sun...


Untuk kebersamaan ini ;

Mungkin saat ini jauh lebih baik dari apa yang kita bayangkan

Aku menghargai pendapatmu tentang rasa

Aku selalu ingin belajar darimu tentang hidup

Dan ku yakin kita akan selalu bisa belajar dari pengalaman...

Aku masih butuh pendapatmu...

Aku masih perlu dukunganmu...

Aku masih ingin perhatianmu...

Dan aku akan selalu menunggu ceritamu...

Kita berada disini untuk sebuah kebersamaan

Untuk sebuah rasa yang memang tlah ada disana sebelumnya

Tapi ku yakin rasa ini adalah sebuah batasan

Untuk kita dapat saling berbagi...

Aku tak menyalahkan rasa...

Aku tak menyalahkan engkau...

Dan aku tak menyalahkan diriku sendiri...

Tapi aku menyesal mengapa rasa itu tumbuh...

Untuk sebuah ceritamu ;

Di saat rasa itu datang

Di saat cinta itu datang

Di saat itu juga aku harus menahan rasa itu

Rasa yang membuat aku jadi orang paling bodoh...paling lemah

Dan aku benci...aku benar-benar benci...Aku benci dengan rasa ini

Rasa sayang yang teramat dalam

Yang melebur menjadi rasa cinta

Rasa cinta yang seharusnya tidak lebih dari hanya sekedar rasa sayang

Cinta bagaikan petir yang datang tanpa kita minta dan kita sadari

Menyambar orang-orang yang seharusnya tidak sepatutnya kita cintai

Tapi cukup kita sayangi...

As a Friend...

Andai aku bisa menolak perasaan ini

Andai bisa aku bangun benteng di sekeliling hati ini

Andai bisa aku bendung aliran rasa ini...

Andai saja...!!!

Bagiku...merupakan anugerah terbesar dalam hidupku...

Bila aku bisa menjadi matahari dalam hidupnya...

Yang selalu menemaninya dalam senang dan sedih...

Membangkitkannya dalam keterpurukan...

Menjadi tempat bagi tiap tetes air matanya...

Thanks god I found you...

Thanks for let me be your sun...

Untuk seorang sahabat ;

Rasa adalah anugerah terbesar yang diberikan tuhan pada manusia

Rasa adalah awal dari ketenangan hati

Rasa dapat tumbuh untuk sebuah kebersamaan

Andai aku mengerti rasa itu...

Aku yakin keadaan ini sangat jauh lebih baik...

Untuk cerita-ceritamu...Untuk canda tawa darimu...

Untuk keluh kesah kita tentang apa yang terjadi dalam hidup kita...

Dan untuk kesedihan serta kebahagiaan kita...

Aku yakin inilah takdir kita...

Untuk kebersamaan yang ku yakin akan lama...

Dan untuk rasa yang tlah bisa kita tutupi dengan kebahagiaan...

Thanks for being my sun...


Jay