28 Jun 2007

still blank...

Dan waktu ini pun berlalu...
Sebulan. Bukan rentang masa yang singkat. Ada beberapa tulisan yang memang tak sempat aku posting. Karena aku menjaga. Dan bukan karena kehilangan ide ini.
Selalu ada yang ingin aku ceritakan untuk diriku sendiri. Aku tak pernah berharap ini menjadi sebuah bacaan yang menarik. Hanya untuk menjadi sebuah kenangan bahwa aku pernah mengalaminya. Karena kehidupan adalah sebuah kesempurnaan.

Bulan Juni ini. Aku sudah membuat keputusan untuk sebuah masa depanku. Aku harus dan memang yakin ini adalah jalan. Ini adalah rezeki, musibah dan nasibku. Semua ada dan saling beriringan. Tentang keputusan hanya ingin aku ungkapkan pertengahan Juli nanti. Keputusan itu tlah ku bicarakan dengan segenap keluarga Selamat 98. Dan tak ada komentar negatif. Aku tlah dianggap dewasa...

Sekarang tinggallah keyakinanku. Akan diriku sendiri. Akan beratnya setiap beban yang akan aku hadapi. Meski tidak sendiri. Ada kau yang selalu memberikan semangat dan cinta. Tapi keyakinanku telah memuncak. Aku pasrah. Tidak diam. Tapi berusaha. Tidak hanya berusaha. Tapi berdoa. Karena aku masih punya Iman dan keyakinan..

Sebulan ini menjadi bulan-bulan pemikiranku. Mengumpulkan setiap keyakinan itu. Dan aku tlah yakin. Dengan rezeki-Nya. Terima kasih 4JJ1 telah memberikan aku kesempatan itu. Dan aku hanya ingin Engkau menjadikan seperti yang ingin Engkau jadikan...
Ya 4JJ1...
Kau tempatku bertaffakur...bersujud memohon ampun untuk dosa ini dan memohon izin untuk setiap langkah ini.
Aku hanya ingin Hidayah-Mu... AMieeen.


Jay

28 Mei 2007

I'm the lucky one???


Sebelumnya terima kasih untuk setiap comment2 orang yang udah mau baca blog ini. Walopun sebenernya comment nya gag langsung ke blog ini. Gag langsung konfirmasi ke aku. Tapi malah membentuk mindset sendiri. Mencibir. Atau mungkin malah memberikan opini sendiri kepada orang lain. Whateverlah!!!. Ini blog ku. Ini hak ku. Benarkah???.

Untuk bahagian fikiran yang lain.

Aku sedang merasa dalam sebuah masa dimana aku sedang belajar. Menghargai orang lain. Mencoba tidak merasa resah jika orang berusaha mencampuri urusanku dengan setiap fikiran-fikiran negatif mereka. Dan mencoba menganggap bahwa mereka hanya ingin aku perhatikan. Setiap fikiran negatif mereka ada lah akar untuk bisa menumbuhkan setiap kemajuan yang selalu ingin aku buat. Aku ingin mereka tau. Dan hanya dalam sebuah wujud pembuktian.

Terima kasih untuk semuanya. Aku hanya merasa menjadi beruntung. Banyak2 perhatian dari semuanya. Untuk seorang yang kini ada disini. Di hati ini. Setiap perhatian itu adalah nafas. Dari sanalah kita bertahan. Terima kasih juga untuk kalian yang memang selalu ingin tau atau karena kalian memang sebenarnya tak ingin. Setelah rentang masa itu. Maafkan aku.

Untuk rosie. Maaf untuk penyebutan nama ini. Maaf untuk semuanya. Satu hal yang perlu diketahui. Cuma ingin fikiran negatif itu di buang. Teman2 yang ada di Friendlist Friendsterku tak akan pernah ku hapus. Aku masih menghargai sebuah persahabatan sejati. Menghargai setiap atau seluruh kebaikan2 dari seluruh sahabat-sahabat yang memang masih memberikan aku kesempatan menjadi seorang yang beruntung memiliki kalian.

Yang pasti...thx for all..

I'm the lucky one...


Jay


15 Mei 2007

| Sepi...

Baru aja satu hari...
Dan aku udah kangen...*Hlaaah*

Lagi prepare nyiapain segala sesuatu yang bisa bikin maju. Lagi pengen nyelesain baca semua buku-buku yang kemarin udah di beli. Membunuh sepi.
Tapi ini komitmen. Wajib di pegang untuk sebuah konsistensi. Aku bahagia.

Honestly. Bener-bener stuck dengan kerjaan yang sekarang. Jenuh. Lagi bener-bener pengen kerjaan baru yang bisa lebih baik. Juz praying...dan usaha juga lah pastinya. Lagi bosan dengan Medan juga. Pengen jauh dari sini. Gag mau dengar cerita-cerita negatif di sini.

Dan yang pasti...menunggu saat itu tiba.
Menjadi lebih baik dan lebih maju dengan setiap usaha dan kerja keras sendiri.
Belajar dari setiap kedewasaanmu. Untuk bisa mencoba sempurna.

Aku yakin.


Jay

9 Mei 2007

Tentang malam itu...

Sabtu malam yang indah. Di dermaga itu. Dengan cahaya yang redup. Bertabur bintang dan bulan yang masih malu untuk menunjukkan purnamanya di balik awan gelap itu.

Kau mengatakannya. Kau melafalkannya. Kalimat yang sudah sama-sama kita ketahui. Dan kalimat yang sudah sangat ingin kita sampaikan dan kita dengarkan. Untuk pengharapan sebuah anggukan. Untuk sebuah kalimat ; yes i do.

Kalimat itu sukses kita tuntaskan. Sukses kita selesaikan. Dengan setiap senyuman kita. Dengan setiap kebahagiaan kita. Karena kita tlah yakin. Aku yakin dan kaupun yakin. Meskipun kita tahu segala konsekuensinya. Untuk bentangan jarak yang akan kita lalui. Dan jarak yang akan menghalangi kerinduan kita. Untuk rasa, sentuhan dan bahasa tubuh. Kita yakin.

Kita telah mengucapkannya. Kita telah membahasnya. Dan kita tlah mengetahuinya. Karena kita yakin.

I am in a relationship now...
And I am happy…
For a long distance relationship…
But…I believe…It will be a process…
For a happieness…


Luving u… From d deep of my heart…
Believe me…


SABANG yang indah…..!!!

Jay

Sabang…I’m coming!!!!

Sabang1 Jumat (04/05) kemarin jadi saat2 yang pastinya emang aku tunggu2 banget. Cuti. Berhenti dari rutinitas kantor yang emang sudah sangat membuat jenuh. Dan akhirnya aku ke Sabang, bersama dirinya dan Raka.
Di mulai dari Jumat sore, aku berangkat dari Medan dengan Lion Air. Tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda jam setengah 6 sore. Dan alhamdulillah pak Wira dengan ikhlas menjemput.
Hehe.
Selanjutnya tujuan kami menuju kost-an pak Wira. Karena rencananya emang mau numpang nginap di sana satu malam dulu. Jadilah kami ke tempat pak Wira di daerah Lampineung *sorry klu penulisaannya salah, hehe*, tapi sempat singgah dulu di Kantor GraPari Telkomsel Banda Aceh. Kyaa…ternyata GraPari Telkomsel Banda Aceh tuw kecil yah. Hihi.

Nyampe di rumah pak Wira. Prepare tuk makan malam. Dan setelah semuanya selesai. Kami pun berangkat ke kawasan Jalan Kartini. Daerah Kota sih. Di sana makan nasi campur gitu. Tapi enak banget. Abis makan, trus ke A&W tuk jumpain bang Uul yang udah nunggu di sana bareng temen2nya.
Kita balik lagi ke rumah Wira dan masih nyempetin juga ke Warkop daerah Lampriet. Nongkrong di sana sampe jam 12 an juga, Abis tu balik ke kost-an Wira, dan istirahat.

Pagi2 bener udah harus bangun. Karena kita pada mau ke pelabuhan. Mau ke Sabang. Jadilah bangunnya masih terkantuk-kantuk. Pak Wira tak dapat turut serta, dikarenakan ia harus piket di hari sabtu yang indah ini. Perjalanan ke Pelabuhan pun di lanjutkan dengan naik becak motor. Seru. Kita jadi bisa liat banyak banget kawasan penguburan massal untuk korban-korban Tsunami Desember 2004 kemarin. Dari kejauhan juga kita masih bisa ngeliat kapal Tanker yang terdampar di tengah-tengah pemukiman penduduk. Sisa-sisa musibah yang tlah dijadikan monumen. Dan indah.

Sabang2 Tibalah di pelabuhan menuju Sabang. Kapal cepat berlabel Pulo Rondo sudah menunggu di sana. Kapal yang bagus. Tidak sampai 1 jam kita udah nyampe di Sabang. Kota yang indah dan bersih. Perjalanan pun dilanjutkan. Selanjutnya tiba di tengah kota Sabang. Kami yang tadinya berlima, akhirnya menemukan dan menambah temen lagi. Ada Eby dan Linda yang masing2 juga kerja di NGO. Eby dari Simeuleu dan Linda dari UNDP Banda Aceh. Wanita-wanita yang seru. Hehe.

Karena kami sekarang bertujuh, dan sepertinya lebih hemat kalau menyewa mobil di Sabang. Jadilah mobil di sewa. Mitsubishi Super Wagon. Dengan biaya 400 ribu untuk 1x24 jam. Kami pun melanjutkan perjalanan. Selanjutnya tujuan utama adalah untuk menginap di wilayah Iboih. Tapi, karena begitu banyak pemandangan yang sangat indah, jadilah kami banyak singgahnya. Ada satu jalan yang sangat banyak monyetnya. Ada satu kawasan yang pemandangannya sangat indah. Ke wilayah Gapang yang full of cottege. Dan selanjutnya sengaja melewati Iboih menuju kawasan Nol Kilometer Indonesia. Di kawasan ini ada monumen yang bagus. Dan sangat Historical pastinya. Berhubung everyone in this trip many2 Narcisser. Jadilah pasti selalu ada acara foto2nya. Tapi seru abis. Selanjutnya kita balik ke Iboih, dan stay di sana. Tempat yang sangat indah yang pernah ku lihat. Laut yang sangat jernih. Dengan terumbu karang yang indah. Juz wanna Snorkling. And we have done!!! Great!!.

Ini Sabtu malam. Dan ini malam yang indah. Karena ini adalah awal segalanya. Untuk ku ceritakan dalam satu postingan yang lain. Tentang aku, dia dan malam itu. Tentang situasi dan kondisi romantis itu. Tentang malam indah itu. Aku bahagia.

Setelah istirahat pendek. Karena hampir begadang semalaman. Kami pun tak ingin melewatkan hari Minggu yang cerah itu. Tujuan hari ini adalah menyebrang dengan boat ke Pulau Rubiah. Pulau yang juga sangat indah. Dan disinilah terumbu karang terindah di Sabang ini bisa kita jumpai. Melanjutkan Snorkling. Dan tertawa bersama. Bahagia. Hingga siang. Dan kami harus kembali menuju ke pelabuhan. Untuk kembali ke Banda. Perjalanan yang singkat tapi sangat mengesankan.

Sabang....Sungguh tak ingin melepasmu...

Dan ku pasti akan kembali...

Jay

3 Mei 2007

| Juz enjoyed...

Udah hampir dua pekan gag buka friendster. Gag update blog. Udah banyak juga kejadian yang tlah ngerubah segala-galanya. Belum ngerubah status ini. Tapi tlah merubah rasa ini.
Seminggu kemarin adalah hal paling berat. Mengenyampingkan segala fikiran-fikiran negatif orang tentang aku. Karena mereka tidak mengerti. Dan aku yang menjalaninya, karena aku manusia yang berfikir.
Dia menarik. Dia baik. Bahkan sangat baik. Itu yang aku tau. Tapi untuk sebuah komitmen. Aku masih menunggu. Belum saatnya. Karena aku masih tetap manusia yang berfikir.
Terima kasih untuk dua sahabat terbaikku. Drg. Dedi dan Raka. Untuk setiap nasihat dan dukungan tentang fikiran-fikiran negatif orang. Yang memang seharusnya tak perlu kita bahas. Tapi dalam sepekan ini, Drg. Dedi tlah pergi. Jauh dari kota ini. PTT ke daerah sangat terpencil. Tapi kita yakin. Kita akan abadi.
Satu berita baik yang masih aku dapatkan. Aku tlah mengucapkan selamat tinggal untuk obat-obat itu. Untuk test terakhir. Dan aku menjauh. Terima kasih.

Aku cuma berusaha meyakini apa yang aku rasakan saat ini. Membiarkannya mengalir. Menikmati setiap nafasku yang selalu kuhembuskan. Dan menikmati setiap senyuman itu ketika mata kita berada pada titik yang sama. Ini seperti yang ku rasakan kemarin. Untuk satu yang lain sebelum engkau. Yang tlah menyakiti tapi tak membuat dendam. Ku yakin kau tak begitu. Tapi belum sebuah pencapaian klimaks untuk sebuah komitmen.
Aku cuma ingin meresapi...
Aku hanya mau merasakan...
Dan hanya ingin menikmati...

Untuk klimaks ini.
Untuk saat-saat itu...



Jay

PS : Besok cuti 4 hari dan dirikuh berangkat ke Banda Aceh. Mau ke Sabang.
I guess, this is the right time...for us. juz hoping.

19 Apr 2007

Ini pun akan berlalu...


.........[meminjam judul dan sepenggal kisah dari salah satu Islamic Chicken Soup for the Soul, A Book of Wisdom, Tasirun Sulaiman]..........

Yah...libur minggu ini aku habiskan dengan membaca. Beberapa buku yang aku beli pas diskon harga-harga buku di Gramedia Sun Plaza kemarin pun tertuntaskan sudah untuk di baca.
Dari semua yang dibaca. Ada satu kisah yang pastinya akan selalu aku ingat. Kisah itu aku baca berulang-ulang. Kisah yang ringan tapi nyata. Dan cukup menjadikan semangat baru untuk setiap detik kejadian yang akan berlangsung dalam hidupku.

Mungkin aku ceritakan secuil kisahnya.
Tentang seorang sufi yang melakukan pengembaraan panjang. Keluar masuk desa, dan sampai di satu desa. Bertemu seorang yang kaya dan amat tidak sombong. Sang sufi mendapatkan perjamuan istimewa. Dan kemudian akhirnya harus berpisah dan melanjutkan pengembaraan. Ketika berpisah, sang sufi mengucapkan terima kasih dan si orang kaya hanya mengucapkan; Ini akan berlalu.
Sampai suatu saat sang sufi lewat lagi di desa itu. Dan orang kaya itu jatuh miskin, hartanya habis karena bencana alam, dan dia hanya menumpang pada seorang saudagar kaya. Sang sufi kembali menumpang menginap dan ia masih dijamu dengan keadaan yang sama. Ketika akan berspisah, sang sufi memberikan semangat dan memeluk si mantan orang kaya, dan langsung di jawab dengan optimisme oleh si orang kaya dengan ucapan ; Pasti Ini akan berlalu.

Kisah ini belum selesai. Sampai suatu saat sang sufi kembali melewati desa itu dan ia mendapati sang mantan orang kaya itu telah menjadi saudagar kaya. Ia mendapat warisan dari tuannya dahulu, karena tuannya itu meninggal sebatang kara. Dan sang sufi pun tetap mampir ke rumah yang sudah ia anggap sahabatnya. Ketika perpisahan harus terjadi, sahabatnya itu pun tetap ikhlas mengucapkan ; Semua ini akan berlalu.

Sampai suatu ketika sang sufi kembali harus melewati desa itu lagi dalam pengembaraannya, dan sekarang ia mendapati makam sahabatnya yang bertuliskan; Ini akan berlalu. Kisah selanjutnya, desa itu terkena bencana banjir besar dan makam itu sama sekali tidak meninggalkan bekas. Sang sufi kehilangan jejak sahabatnya.

Setelah keadaan itu berlangsung lama, sang sufi tiba pada satu kerajaan dimana rajanya selalu dalam kesedihan. Berbagai pesta rakyat telah di laksanakan namun Raja tak pernah bisa tersenyum. Sampai suatu hari ia menerima satu hadiah dari sang sufi. Sebuah cincin emas yang bertuliskan; Ini pun akan berlalu. Sontak tiba-tiba senyum Raja yang sudah lama hilang akhirnya muncul kembali.
Tidak perlu ada kesedihan, ucap sang Raja dalam hatinya, sambil memasukkan cincin itu ke jarinya.

Kembali aku merenung setelah menuliskan kembali kisah ini. Setiap detik dalam hidupku pasti akan ada semua kejadian yang aku juga tak pernah bisa memprediksinya. Aku cuma bisa melewati, merelakan dan mengIkhlaskan. Aku sakit, Aku diberi bahagia. Aku diberikan nikmat dan dosa. Tapi hanya bisa aku terima. Aku syukuri. Dan mencoba berubah dari setiap atau segala sesuatu yang bisa membuat buruk adanya.

Ini pun akan berlalu.
Tidak perlu ada kesedihan.



Jay