Aku menyadari sepenuhnya bahwa kesemuanya ini adalah hal yang baru.
Apakah ketidakbahagiaan ini memang akan selalu berkebalikan dengan kebahagiaan?
Ketidakbahagiaan ini tak lagi membuatku merenung dan mengenali diriku sendiri lagi. Bahkan justru mengasingkan aku, membuatku menjadi semakin bodoh dan tidak lagi bisa berfikir selain mengikuti rutinitas ; Kerja, Pulang, Tidur, Bangun dan Kerja Lagi. Rasanya seperti tahanan dalam penjara dan seperti robot.
Apakah ketidakbahagiaan ini memang akan selalu berkebalikan dengan kebahagiaan?
Ketidakbahagiaan ini menjadi sangat besar hingga aku pun sama sekali tak ingin lagi merenungkannya.
Ketidakbahagiaan ini sudah sangat menyesakkan sehingga membuatku tak bisa lagi berInspirasi.
Aku sombong karena aku menghargai diriku. Menghargai prinsipku.
Selama ini aku selalu yakin bahwa diriku adalah seorang yang pintar, menarik dan spesial. Tapi selanjutnya aku malah sadar bahwa hal tersebut adalah ilusi belaka agar aku menjadi cukup berharga.
Dan, tiba-tiba aku lebih menyadari lagi, ternyata aku bukanlah apa-apa.
Ternyata aku menjadi begitu membosankan bagi diriku sendiri.
Seluruh kebosananku pun selalu ku tutupi dengan suatu hal yang indah. Dengan sebuah topeng kaca indah sebagai alat menyembunyikannya. Dan justru mengolahnya menjadi sumber-sumber tulisanku.
Tapi bukankah itu semua hanyalah sebuah usaha menipu diri sendiri? Untuk apa aku menulis?
Aku hanya ingin membaca kini, bahkan menulis pun bukan suatu hal yang aku percayai lagi.
Di saat aku di paksa menulis dengan penuh kebohongan. Tanpa mampu meruntuhkan seluruh tembok-tembok besar yang berlabelkan ‘Norma’. Aku seakan takut. Untuk apa menulis dengan rasa takut? Dengan kebohongan? Aku merasa begitu bodoh menulis? Apa yang bisa ku tulis? Apa dan untuk apa?.
Kadang membaca tulisan-tulisan ku terdahulu aku menjadi bahagia. Aku bahagia telah menjadi jujur. Dengan segenap rasa maupun jiwa. Tanpa takut dengan tembok ‘Norma’ yang tinggi. Dan tanpa merasa berdosa, meskipun aku selalu berdosa.
Aku sombong karena aku menghargai diriku. Menghargai prinsipku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar