Menjadi dua-puluh-delapan bukanlah sebuah dosa.
Sebenarnya tidak ada hal yang begitu spesial. Semuanya sama dan hanya dikemas secara berbeda. Begitulah saya memaknai hari ini. Bukannya tidak bersyukur untuk babak baru dalam pengurangan usia saya, tetapi kok sepertinya saya sungkan untuk merayakannya ; tidak seharusnya merayakan umur yang hilang.
Rasa syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, karena selalu memberikan rejeki dan nikmat luar biasa tanpa pernah bisa di duga. Masih ingat dalam benak saya di postingan setahun yang lalu, bersama sahabat-sahabat yang luar biasa melewati malam pergantian hari itu dengan berjalan kaki sembari meyakinkan diri bahwa masa depan masih begitu panjangnya. Sahabat yang layaknya keluarga dan telah menghilang satu persatu, membentuk keluarga kecil yang baru, bahkan mungkin lebih bahagia.
Di setiap pengulangan hari lahir ini, saya tidak pernah membuat resolusi. Jika pun saya kecewa, mungkin karena tidak banyak yang telah saya lakukan semasa umur saya belum berkurang. Tetapi ketika usia bertambah, saya fikir itu bukanlah sebuah dosa besar. Pencapaian hingga usia saat ini adalah nikmat luar biasa dari Allah SWT dan haruslah di syukuri.
Bonus di hari ini adalah kejutan cake dari si Angel dan pesan singkat dari Papa di siang hari untuk ucapan ulang tahun. Pesan itu sarat makna tapi juga luar biasa, karena memang jauh dari kebiasannya untuk melakukan hal yang demikian. Selama aku jadi Jakarta, baru kali ini Papa ingat ulang tahunku dan bukan aku yang minta untuk diingat olehnya. Alhamdulillah..:D.
Jay
Tidak ada komentar:
Posting Komentar