12 Feb 2010

Berkasih sayang.

Tidak harus menjadi orang yang berpasangan untuk saling berkasih sayang, kan?? Dalam banyak hal aku sangat setuju pernyataan tersebut. Zina? Memangnya aku berbicara masalah seks? TIDAK. Aku berbicara mengenai komitmen untuk saling menyayangi. Membagi perasaan dan mempersatukannya menjadi sebuah bentuk yang indah.

Aku juga tak sebegitu romantis dan melankolisnya, jika harus merayakan satu hari dimana semua orang menyebutnya sebagai hari penuh kasih sayang. Setiap hari juga bisa kan? Tetapi, aku juga tidak berkeberatan untuk sekedar berpartisipasi -tepatnya memeriahkan- rencana yang sudah aku buat.

It's all about Walker's Family. Maknanya bukan berarti aku kembali dilahirkan di sebuah keluarga Amerika yang baru. Tetapi aku bahagia bisa menjadi bagian dari 'keluarga-keluargaan' yang dibentuk karena keakraban dan kedekatan sahabat-sahabat yang terlahir memang untuk bersahabat.
Sedikit aku ceritakan, ini mengenai ikatan sahabat baik yang selayaknya telah seperti saudara, KELUARGA -tepatnya-. Banyak keriangan dan kebahagiaan disana. Berkumpul, bercerita dan bersedih bersama. Ada yang hilang dan ada yang datang. Tapi kami menikmatinya. Sisi keunikan masing-masing sifat yang akan menutupi kelebihan dan kekurangan sesamanya. Mereka. Kita. Kami. BAHAGIA.
Tapi sekalipun demikian, Bahagia tak selalu harus abadi. Perselisihan menguatkan. Bahkan mungkin menghancurkan. Tapi kuyakin tak akan demikian.
Dua hari lagi adalah perjanjian awal, kami semua -minus bagian lain yang berada di negara lain- berjanji berkumpul bersama. Di rumahku. Saling bertukar kasih sayang. Bertukar cinderamata. Bertukar apa yang akan dan bisa dikenang.
Dan, meskipun menunggu dua hari rasanya seperti setahun. Kami merasa lebih baik setahun. Ada perselisihan yang harus di luruskan. Tentang meminta maaf dan memaafkan. Ego dan Alter Ego. Tentang prinsip dan kesalahan. Ada yang hilang. Satu mengundurkan diri. Berjanji tak selamanya, tapi tak berharap.

Hari ini. Dua hari lagi. Aku sudah bersiap menukar kasih sayang. Menukar apa yang bisa aku berikan untuk dikenang. Kalian saudaraku. Keluargaku di hatiku yang luas. Aku telah siap. Untuk dua hari lagi. Kita berkumpul. Meskipun tanpa kamu. Tidak menghargai. Karena memang tidak berharga. Bukan keluarga asli. Karena kau hanya ingin dianggap asli. Tapi kau tetap bagian keluarga. Jauh. Membagi kami. Tidak akan. Aku mau semua. Bahagia. Kenangan. Berkasih sayang.


Jay.

Tidak ada komentar: